Logo Bloomberg Technoz

Kemlu saat ini mencatat ada 35 anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal-kapal di pesisir Iran. Mereka termasuk di antara sekitar 281 Warga Negara Indonesia (WNI) masih di wilayah Iran.

Plt. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Henny Hamidah mengatakan bahwa hingga saat ini perwakilan RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi mandiri WNI sebanyak 2.285 orang. Jumlah ini di luar dari WNI jemaah umrah yang dipulangkan.

"Saat ini rekan-rekan media terdapat 720 WNI yang tertahan karena disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke Tanah Air," bebernya dalam kesempatan yang sama.

Pemerintah bersama-sama dengan PBB, lanjut Henny, juga telah memfasilitasi tiga jenazah prajurit TNI yang bertugas pada misi UNIFIL beberapa waktu lalu. 

KBRI Teheran melakukan kontak secara berkala dengan para WNI yang berada di Iran, baik dengan WNI yang tinggal di Iran sebagai residen maupun nonresiden. 

"Terkait dengan perkembangan terkini di Iran, KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi. Tentunya rencana evakuasi ini terus disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah hari ini, Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita mengatakan kedua supertanker minyak atau very large crude carrier (VLCC) tersebut—yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro—saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz dengan bantuan Kementerian Luar Negeri.

“PIS terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. ​Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/4/2026).

“Bersama dengan Kemenlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.” 

Lebih lanjut, Vega menegaskan prioritas perusahaan saat ini tetap tertuju pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya.  

“​Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Tanker minyak Pertamina Pride milik PIS tercatat masih belum dapat melewati Selat Hormuz, padahal kapal dengan tujuan akhir Cilacap tersebut semestinya diestimasikan tiba di Tanah Air pada 2 April 2026.

Pertamina Pride yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, terdapat satu tanker PIS yang masih belum dapat melewati Selat Hormuz, yakni Gamsunoro.

Gamsunoro. tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).

(ros/wdh)

No more pages