Oleh sebab itu, Novi memastikan perseroan tetap bekerja secara optimal dalam menjaga keandalan operasional pasokan uap dan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
“PGE area Lahendong akan terus melakukan pemantauan secara intensif, memastikan keandalan operasi, serta menjaga keselamatan seluruh pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi pasca gempa ini,” ujar Novi.
PLTP Lahendong merupakan salah satu sumber pasokan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Saat ini, PLTP Lahendong mampu menghasilkan listrik sebesar 120 megawatt (MW), yang berkontribusi sekitar 30% kebutuhan listrik masyarakat di sekitar area tersebut.
Hingga akhir Desember 2025, PLTP Lahendong telah menghasilkan sekitar 849 gigawatt-hour (GWh) listrik.
Presiden Prabowo Subianto telah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para kepala daerah untuk segera melakukan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan M7,6 di perairan Sulawesi Utara. Presiden juga meminta segera dilakukan evakuasi terhadap warga terdampak di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut).
"Bapak Presiden tadi pagi-pagi sekali sudah menerima laporan dari Kepala BNPB terkait kejadian di propinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate serta pulau Batang Dua," kata Sekretaris Kabinet Merah Putih, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya dikutip, Kamis (02/04/2026).
Dalam instruksinya, kata dia, presiden meminta BNPB dan kepala daerah bergerak secepat mungkin agar bencana gempa bumi tersebut tak menimbulkan banyak korban. Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto kabarnya sudah tiba di Sulawesi Utara; sedangkan tim BNPB lainnya tiba di Maluku Utara.
Tim reaksi cepat daerah yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan aparat pemda pun sudah mulai melakukan pengecekan terhadap dampak gempa tersebut. Mereka juga mulai melakukan evakuasi terhadap warga yang hunian atau bangunannya terdampak cukup parah.
"Kepala BNPB sudah menghimbau agar warga tidak beraktivitas kembali di gedung yang terdampak," kata Teddy.
BMKG mencatat gempa berkekuatan M7,6 lahir dari aktivitas subduksi Laut Maluku. Gempa tersebut sempat memicu potensi tsunami yang kemudian dicabut usai hanya terjadi gelombang air laut di bawah satu meter. Pada beberapa wilayah sempat terjadi sejumlah gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil.
(lav)



























