“Apa yang Trump sampaikan mengenai perang dengan Iran memicu aksi jual yang tajam di tengah kurangnya tanda-tanda de-eskalasi,” kata Alex Kuptsikevich, kepala analis pasar di FxPro.
“Bitcoin sejatinya mengikuti arah pergerakan saham, walau dalam beberapa pekan terakhir ia menunjukkan sensitivitas yang lebih rendah terhadap berita baik maupun buruk,” kata Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets.
Bitcoin telah bertahan menghadapi dampak perang dengan lebih baik daripada banyak aset lainnya. Pada akhir Maret, harganya naik 2% dibandingkan bulan sebelumnya, mengakhiri tren penurunan selama lima bulan berturut-turut.
Permintaan terhadap Bitcoin tetap lemah. Untuk diketahui, meskipun mengalami kenaikan pada bulan Maret, harga Bitcoin turun 45% dari puncak US$126.000 yang dicapai pada bulan Oktober.
(bbn)






























