Di Semenanjung Antartika Barat, peningkatan biomassa fitoplankton juga terdeteksi, terutama pada musim gugur austral. Selain itu, distribusinya kini tidak hanya di permukaan, tetapi juga di bawah es laut dan lebih terkonsentrasi di wilayah pesisir.
Perubahan ini berpotensi memengaruhi rantai makanan laut, khususnya krill, serta mengurangi kemampuan kawasan tersebut dalam menyerap karbon akibat pemanasan laut. Pemantauan melalui satelit menjadi kunci untuk memahami dinamika ini. Teknologi Sentinel memungkinkan ilmuwan menganalisis perubahan ekosistem laut secara real-time, sekaligus mengevaluasi dampak pemanasan global terhadap keanekaragaman hayati dan siklus karbon.
Dengan demikian, fenomena Antartika yang menghijau bukan sebuah fenomena yang berbahaya, melainkan bentuk dari sinyal penting perubahan ekosistem kutub. Pemahaman lebih lanjut diperlukan untuk mengantisipasi risiko dan menjaga stabilitas iklim global.
(wep)































