“Dari posko itu yakinkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak seperti logistik permakanan, pakaian, air bersih dan sebagainya ini betul-betul bisa dipenuhi,” imbuhnya.
BNPB juga meminta pemerintah daerah segera mendata dan memverifikasi kerusakan yang terjadi akibat bencana ini, termasuk rumah warga, rumah sakit, hingga fasilitas umum lainnya.
“Mohon ini juga segera dibentuk tim untuk melakukan assessment, melakukan verifikasi, sehingga data-data yang hari ini baru terkumpul sebagian, semakin hari, semakin lengkap dan semakin sempurna,” kata dia.
BNPB juga menekankan pentingnya kehadiran langsung Kepala Pelaksanan BPBD di tengah masyarakat terdampak untuk memberikan informasi yang akurat sekaligus memastikan korban yang mengalami kerugian dapat segera ditangani.
“Di satu sisi memberikan informasi yang betul, dan di sisi lain apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan, atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian pada kesempatan pertama,” ucapnya.
Kemudian, BNPB meminta Basarna segera membentuk tim khusus yang langsung ke lapangan. Tujuannya untuk memastikan jumlah korban selamat maupun jiwa terdata dengan akurat.
“Mungkin masih ada korban-korban lain yang perlu dicari, perlu ditemukan, perlu ditolong, ini segera juga akan dibentuk tim-tim pencarian dan pertolongan,” tambahnya.
Suharyanto memastikan tim gabungan dari pemerintah pusat di bawah koordinasi BNPB akan segera diberangkatkan ke wilayah terdampak di Maluku Utara dan Sulawesi Utara guna memperkuat penanganan di lapangan.
“Nanti sesampainya kami di sana, kita akan rapat lebih rinciuntuk membahas, menemukan, dan menyelesaikan segala permasalahan penanggulangan bencana yang ada di daerah,” kata Suharyanto.
(red)



























