Terapkan Kebijakan WFH, Pemerintah Klaim Bisa Hemat APBN Rp6,2 T
Mis Fransiska Dewi
31 March 2026 19:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun para pekerja swasta di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kebijakan WFH bisa menciptakan potensi penghematan langsung ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun, berupa efisiensi pada pagu kompensasi bahan bakar minyak (BBM).
"Sementara itu, total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi bisa dihemat mencapai Rp59 triliun," ujar Airlangga, Selasa (31/3/2026).
Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan langkah strategis melalui penajaman dan penentuan kembali fokus belanja kementerian/lembaga (K/L), yakni berupa pengalihan anggaran dari belanja kurang prioritas menjadi belanja produktif yang langsung berdampak ke masyarakat. Contoh belanja yang kurang prioritas, yakni berupa anggaran rapat, perjalanan dinas, atau kegiatan seremonial. Sementara itu, belanja produktif misalnya rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra.
"Pemerintah juga mendorong percepatan belanja K/L dan penjaman belanja melalui optimalisasi belanja. prioritisasi dan re-focusing anggaran belanja dalam range Rp121,2 triliun sampai Rp130,2 triliun," tutur dia.



























