“Kinerja ini didorong oleh keberhasilan integrasi Aster Chemical and Energy Pte. Ltd. serta kontribusi dari Barito Renewables yang didukung oleh peningkatan kapasitas, peningkatan output dan penghematan biaya,” kata Agus.
Di sektor kimia hilir, BRPT memperkuat posisinya melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemical yang belakangan berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions.
“Dengan fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA yang langsung memberikan nilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran kami di Asia Tenggara, China dan Australia,” tuturnya.
Adapun, akuisisi Aster dan transaksi lanjutan telah mengerek aset BRPT menjadi US$17,353 juta atau sekitar Rp289 triliun.
Sementara itu, rasio net debt-to-equity stabil di level 0,77 kali, dengan ekuitas menguat menjadi US$6,046 juta.
(naw)
































