Logo Bloomberg Technoz

Pupuk menjadi komoditas yang rawan akibat ketegangan di Selat Hormuz. Mengutip Bloomberg News, sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia atau sekira 16 juta ton melewati Selat Hormuz. Jadi kala daerah ini sangat sulit dilalui, maka pasokan pupuk di berbagai negara akan terhambat.

Akibatnya, harga pupuk pun membumbung tinggi. Harga pupuk urea pada 26 Maret mencapai US$ 695/ton. Ini menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2022 atau sekira 3,5 tahun terakhir.

Dalam sebulan ke belakang, harga pupuk urea naik hampir 30%.

Harga Pupuk Urea (Sumber: BMI)

“Dampak dari kenaikan harga energi, harga pupuk, serta biaya transportasi dan asuransi risiko kemungkinan akan menaikkan harga pangan dan menambah intensitas tekanan biaya hidup, terutama bagi mereka yang paling rentan,” tegas laporan Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Perdagangan dan Pembangunan.

“Seiring konflik di Timur Tengah terancam kian intensif, gangguan pelayaran di Selat Hormuz menciptakan dampak kemanusiaan yaitu produksi pertanian dalam beberapa bulan ke depan,” tegas Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Sumber: Bloomberg

Mengutip laporan BMI, berhentinya pelayaran di Selat Hormuz menghambat pasokan sulfur, yang merupakan salah satu bahan baku utama pembuatan pupuk. Apalagi kawasan Timur Tengah menyumbang 24% dari total produksi sulfur dunia.

Situasi Indonesia

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah ‘huru-hara’ pupuk dunia akan terasa di Tanah Air?

Berdasarkan laporan BMI, Asia Tenggara diperkirakan mengalami pertumbuhan konsumsi pupuk. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan yang signifikan (outperformer).

“Kami melihat pertumbuhan permintaan yang positif di Thailand, Indonesia, Kamboja, dan Myanmar,” tulis riset BMI.

Produksi dari PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah 14,65 juta ton/tahun. Sementara konsumsi mencapai sekitar 23 juta ton/tahun.

Artinya, sekitar 36% kebutuhan pupuk masih harus didatangkan dari luar negeri alias impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume impor pupuk Indonesia pada 2025 adalah 8,36 juta ton. Naik 11,02% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut sejumlah negara yang tercatat memasok pupuk ke Indonesia sepanjang 2024:

  • Laos (187,48 ribu ton).

  • Yordania (1,15 juta ton).

  • Mesir (1,16 juta ton).

  • Maroko (17,01 ribu ton).

  • Aljazair (168,6 ribu ton).

  • Pulau Christmas (35,9 ribu ton).

  • Kanada (1,26 juta ton).

  • Peru (93,5 ribu ton).

  • Norwegia (95,98 ribu ton).

  • Belarusia (244,93 ribu ton).

  • Uzbekistan (406,47 ribu ton).

  • Rusia (1,4 juta ton).

Pupuk Indonesia memastikan pasokan pupuk nasional masih tetap terjaga di tengah kondisi geopolitik saat ini. Perusahaan memastikan memiliki kapasitas produksi dan cadangan stok bahan baku yang memadai untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk bagi petani, dengan kapasitas produksi saat ini,

"Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk," kata Sekretaris Perusahaan Yehezkiel Adiperwira dalam keterangan resminya, awal bulan ini.

Saat ini, perseroan memperoleh pasokan bahan baku untuk pupuk NPK, Fosfat (P) dari negara di kawasan Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia dan Aljazair. Sementara itu, pasokan Kalium (K) berasal dari Kanada dan Laos.

Sementara itu, bahan baku lain seperti Sulfur (S) memang berasal dari negara Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait. Namun, bahan baku tersebut masih bisa didapat dari negara kawasan Eurasia seperti Kazakhstan hingga Uzbekistan.

- Dengan Asistensi Dita Herlinda dan Sultan Ibnu Affan -

(aji)

No more pages