Pada 14 hingga 16 Maret lalu, terjadi kemacetan dan kepadatan kendaraan ekstrem di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kemacetan terjadi mengular hingga sepanjang 27 kilometer (km).
Dengan kemacetan tersebut, para pemudik bahkan menunggu antrean hingga mencapai belasan dan puluhan jam untuk melakukan penyebrangan.
Untuk mengurai hal tersebut, Kementerian Perhubungan bersama ASDP melakukan sejumlah langkah antara lain mengoperasikan kapal-kapal besar, termasuk penambahan kapal menjadi 35 unit.
Kemudian, melakukan optimalisasi buffer zone serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.
Usai langkah tersebut, kepadatan mulai berangsur terurai pada 17 Maret.
Macet Tol MBZ- Cikampek
Pada periode arus mudik Kamis (19/3/2026) lalu, kemacetan panjang juga terjadi di salah satu ruas tol penghubung provinsi, layang Mohamed Bin Zayed atau MBZ.
Kemacetan terjadi hingga sepanjang ruas Cikarang Pusat KM 37 hingga KM 40 sepanjang 3 km. Kepadatan kembali menyambung di titik kedua, yakni Karawang Barat KM 41 hingga KM 47 sepanjang 6 km.
Kemacetan tersebut membuat pemudik yang berasal dari Jakarta untuk menuju ke daerah Bandung menempuh perjalan hingga selama 9-10 jam, lebih lama dari normal yang berkisar 2-4 jam.
Kepadatan juga terjadi di ruas tol Cikampek arah Jawa Tengah. Pada Rabu (18/3) dini hari pukul 03.14 WIB, antrean kendaraan dilaporkan telah mencapai sepanjang 29 km.
Titik kepadatan saat itu mulai berasal dari ruas KM 22 hingga KM 51, berdasarkan pantauan CCTV lalu lintas tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan juga terjadi saat ini periode arus mudik.
Cipali
Ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) juga kerap menjadi titik kepadatan lalin saat mudik dan arus balik. Hari ini, atau periode arus balik, tol tersebut dilapor sudah mulai padat.
Berdasarkan media update Astra Tol Cipali periode pukul 00.00 hingga 21.00 WIB, tercatat sekitar 56 ribu kendaraan telah melintasi Cikopo menuju arah Jakarta, naik sekitar 92% dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya.
Antrean kemacetan pada Selasa (24/3/2026) pagi hari juga sempat mengular hingga sepanjang 5 km. Saat ini, penerapan one way di ruas tersebut tengah dilakukan.
Data Kecelakaan
Berdasarkan data bersama Korlantas Polri, tercatat ada 2.119 kejadian kecelakaan, atau turun sekitar 2,75% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.179 kejadian.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban jiwa. Tahun ini, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 190 orang, turun 24% dari tahun sebelumnya yang mencapai 266 orang.
Sementara itu, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 3.407 orang. Dengan demikian, total korban luka dan meinggal tercatat mencapai sebanyak 3.597 orang.
(ell)
























