Logo Bloomberg Technoz

Selanjutnya, pada Juli 2024 perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda yang berlaku hingga Desember 2024 dengan tarif bea keluar sebesar 7,5%.

Memasuki 2025, izin ekspor kembali diperoleh pada 17 Maret 2025 dan berlaku hingga 16 September 2025, dengan tarif bea keluar tetap sebesar 7,5%.

“Pada 17 Maret 2025, Perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga yang berlaku hingga 16 September 2025, sehingga dikenakan bea keluar sebesar 7,5%,” seperti dikutip dalam catatan laporan keuangan tahun buku 2025, Minggu (22/3/2026). 

Bea keluar tersebut turut menekan pendapatan PTFI sepanjang 2025. Tercatat pendapatan Freeport turun menjadi US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun pada 2025, dari US$10,31 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, laba bersih juga merosot tajam hingga hampir 40% menjadi US$2,52 miliar atau setara Rp42,07 triliun, dibandingkan US$4,13 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja ini terutama dipicu oleh melemahnya penjualan dua komoditas utama, yakni emas dan tembaga.

(art/naw)

No more pages