Logo Bloomberg Technoz

Yang mendorong kenaikan harga batu bara adalah gas alam dan hilangnya ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar, yang menyumbang sekitar seperlima dari pasokan dunia.

QatarEnergy mengatakan pada Kamis bahwa serangan terbaru Iran merusak fasilitas yang menghasilkan sekitar 17% dari kapasitas ekspor LNG-nya dan perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga lima tahun.

Harga gas di Eropa telah naik ke level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sebaliknya, situasi di AS sedikit berbeda, di mana kelimpahan pasokan akibat fracking shale (penambangan gas serpih) telah menahan kenaikan harga. Jika diukur dalam dolar AS per British thermal units (BTU), harga gas di Eropa hampir tujuh kali lebih mahal daripada di AS. 

Harga Gas Eropa Naik ke Level Tertinggi Sejak Invasi Ukraina. (Bloomberg)

Harga minyak mentah telah naik tajam, tetapi kenaikannya tidak merata. Kenaikan harga patokan AS, WTI, tertinggal dari pesaing internasionalnya, Brent, yang jauh lebih rentan terhadap gangguan. Selisih harga WTI terhadap Brent telah melebar ke level terlebar sejak 2014, tak lama sebelum AS melegalkan ekspor minyak mentah.

WTI diperdagangkan lebih dari $13 lebih rendah daripada Brent. (Bloomberg)

Bagi kapal yang tidak terjebak di Teluk Persia, biaya operasional semakin mahal. Di Singapura, harga bahan bakar kapal telah naik ke level tertinggi dalam setidaknya satu dekade seiring berkurangnya pasokan minyak dari Timur Tengah. 

Pemilik Kapal Membayar Premi di Asia untuk Bahan Bakar. (Bloomberg)

Pengemudi di AS menghadapi harga bahan bakar tertinggi dalam lebih dari tiga tahun setelah turun ke level terendah lima tahun pada Januari. Harga rata-rata bensin reguler telah naik menjadi US$3,88 per galon. Sebelum perang, Presiden Donald Trump sering menggembar-gemborkan harga bensin yang rendah sejak ia menjabat.

Harga bensin di SPBU naik menjadi $3,91 per galon dari level terendah lima tahun. (Bloomberg)

Barang-barang kebutuhan sehari-hari juga tidak akan luput dari dampak perang. Banyak negara di Timur Tengah yang terkena dampak konflik ini merupakan produsen besar petrokimia serta minyak dan gas yang digunakan untuk memproduksinya. Harga etilena, bahan utama dalam pembuatan plastik, telah melonjak, menyebabkan gejolak di pasar global.

Perang Iran menyebabkan lonjakan etilena di Pantai Teluk. (Bloomberg)

(bbn)

No more pages