Logo Bloomberg Technoz

CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan peningkatan laba tersebut didukung oleh kinerja operasional yang stabil pada segmen panas bumi, meskipun segmen pembangkit listrik tenaga angin menghadapi tantangan.

"Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami," kata Hendra dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Secara operasional, proyek retrofit Salak diselesaikan pada kuartal III 2025 dengan tambahan kapasitas 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas terpasang BREN mencapai 910 MW hingga akhir 2025.

Selain itu, perseroan juga mencatat kemajuan pada proyek Hamidingan dengan penyelesaian dua sumur eksplorasi pada Desember 2025 yang mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55 MW hingga 60 MW.

Dari sisi beban, BREN mencatat beban depresiasi dan amortisasi sebesar US$93,44 juta serta beban keuangan sebesar US$118,81 juta pada 2025.

Sementara itu, total aset meningkat menjadi US$3,87 miliar dan total liabilitas turun menjadi US$2,98 miliar, yang turut memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) menjadi 2,36 kali.

Ke depan, BREN akan melanjutkan pengembangan proyek panas bumi, termasuk Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

(rtd/ros)

No more pages