Akibatnya, laba sebelum pajak turun sekitar 6,82% menjadi Rp3,62 triliun. Beban pajak tercatat menurun 13,14% menjadi Rp706,54 miliar.
Setelah diakumulasikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat turun menjadi sebesar Rp2,86 triliun, lebih rendah dibanding periode 2024 yang sebesar Rp3 triliun.
Dari sisi neraca keuangan, ekuitas perseroan tercatat meningkat sekitar 7,3% menjadi Rp18,36 triliun pada 2025, dibandingkan Rp17,10 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, liabilitas mengalami kenaikan 3,09% menjadi Rp13,01 triliun dari Rp12,62 triliun pada 2024.
Dari sisi aset, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 5,5% menjadi Rp31,37 triliun pada 2025, naik dari Rp29,72 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun posisi kas dan setara kas juga meningkat menjadi Rp5,8 triliun, dari sebelumnya Rp4,6 triliun pada 2024.
(ell)


























