Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, siklus harga minyak sangat dipengaruhi oleh keseimbangan permintaan dan kondisi ekonomi global. Ketika harga terlalu tinggi, daya beli akan menurun sehingga permintaan ikut melemah dan harga kembali terkoreksi.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap memantau dinamika harga minyak dunia dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Saya bertaruh sama orang di depan umum. Mereka bilang US$200-200 [per barel], saya bilang enggak, US$150 habis itu jatuh,” ujarnya.

Di sisi lain, ia memastikan bahwa tekanan akibat kenaikan harga minyak akan dikelola melalui APBN agar tidak langsung berdampak pada masyarakat, termasuk dalam menjaga kebijakan harga energi tetap terkendali.

(ell)

No more pages