Purbaya: Kenaikan Harga Minyak Hingga US$200 Tak Realistis
Recha Tiara Dermawan
20 March 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah menilai proyeksi harga minyak dunia yang disebut dapat menembus US$200 per barel tidak realistis. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden.
Menurut Bendahara Negara, meski saat ini harga minyak sudah mencapai lebih dari US$100 lonjakan ekstrem hingga US$200 per barel berpotensi memicu gangguan serius pada perekonomian global.
“Tahun 2013 kalau enggak salah mereka (ekonom) bilang juga sama, harga minyak akan naik ke US$200 per barel. Naik sampai US$150, habis itu jatuh,” ujarnya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Ia menilai, harga minyak yang terlalu tinggi tidak akan bertahan lama karena akan menekan permintaan global. Kondisi tersebut berpotensi memicu resesi yang pada akhirnya membuat harga kembali turun.
“Kalau US$200 [per barel] saya bilang, ya paling mungkin sebentar, habis itu jatuh lagi. Ketika jatuh, ini akan jatuh ke bawah,” kata dia.



























