Logo Bloomberg Technoz

Thailand, yang memberikan subsidi besar-besaran pada solar ritel, terpaksa menaikkan harga sebagai respons atas meroketnya biaya minyak mentah. Seperti banyak negara Asia lainnya, Thailand sangat bergantung pada impor energi untuk mendukung pertumbuhan, dan tingginya harga saat ini mengancam mata pencaharian jutaan warganya.

Sebelum pemilu, investor sempat khawatir akan terjadi negosiasi koalisi yang berlarut-larut selama berbulan-bulan. Namun, keberhasilan Anutin menangani konflik perbatasan dengan Kamboja—yang sebelumnya menjatuhkan pendahulunya—membantunya menunggangi gelombang sentimen nasionalis menuju kemenangan telak.

“Pembentukan pemerintahan baru yang relatif cepat ini akan disambut baik oleh investor,” ujar Peter Mumford, Kepala Risiko Asia Tenggara di firma konsultan Eurasia Group. “Namun, tantangan yang dihadapi Anutin sangat besar, mengingat Thailand adalah salah satu pasar negara berkembang yang paling rentan secara global terhadap dampak tingginya harga energi akibat konflik Timur Tengah.”

Dampak Pasar

Potensi tekanan ekonomi telah mendorong investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai lebih dari US$2 miliar pada saham dan obligasi Thailand bulan ini. Aksi jual tersebut memangkas keuntungan indeks saham acuan menjadi sekitar 14% tahun ini, sementara mata uang Baht telah melemah sekitar 5% terhadap dolar sejak dimulainya perang.

Anutin diperkirakan akan mengumumkan susunan kabinetnya dalam beberapa hari mendatang. Partai Bhumjaithai diprediksi akan mendominasi kursi menteri, dengan beberapa portofolio dialokasikan untuk mitra koalisi utama, Partai Pheu Thai, yang didukung oleh tokoh berpengaruh Thaksin Shinawatra.

Salah satu potensi risiko ke depan adalah Mahkamah Konstitusi tengah meninjau petisi yang menuduh penggunaan kode batang (barcode) dan kode QR dalam pemilu bulan lalu membuat surat suara dapat dilacak. Jika terbukti, hal tersebut berpotensi membatalkan hasil pemungutan suara dan memaksa digelarnya pemilu ulang.

Namun untuk saat ini, pembentukan pemerintahan formal mengurangi kemungkinan penundaan anggaran 2026-2027. Anutin diprediksi akan memerintah dengan sedikit hambatan legislatif karena kuatnya posisi Bhumjaithai di dua kamar parlemen, sehingga mengurangi risiko kebuntuan yang kerap melumpuhkan pemerintahan sebelumnya.

Pada Minggu, politisi senior Bhumjaithai, Sophon Zaram, terpilih sebagai ketua majelis rendah, memperkuat pengaruh partai tersebut di kedua kamar. Meski majelis tinggi atau Senat secara resmi bersifat nonpartisan, sekitar dua pertiga anggotanya diyakini memiliki keterkaitan dengan Anutin atau Newin Chidchob, sosok kunci di balik kekuatan Bhumjaithai.

(bbn)

No more pages