"Garuda Indonesia juga mengoptimalkan berbagai aspek operasional, termasuk kesiapan armada, pengoperasian penerbangan tambahan pada rute-rute dengan permintaan tinggi, serta penguatan layanan di seluruh titik layanan guna memastikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi penumpang," tuturnya.
Sementara itu, dari sisi kinerja, Garuda Indonesia mencatat tingkat ketepatan waktu (on-time performance/OTP) keberangkatan awal sebesar 98%, sedangkan Citilink mencapai 100% di Bandara Soekarno-Hatta.
Rute domestik terpadat meliputi Jakarta-Denpasar, Jakarta-Medan, Jakarta-Makassar, dan Jakarta-Surabaya. Sementara rute internasional dengan trafik tinggi antara lain Jakarta-Incheon, Jakarta-Haneda, Jakarta-Jeddah, dan Jakarta-Singapura.
Di sisi lain, Garuda Indonesia Group memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada 24 Maret 2026, seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
"Kami berkomitmen untuk memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar pada momentum Lebaran tahun ini," pungkasnya.
(lav)






























