Sementara itu, angkutan penyeberangan naik 11,27% atau sebesar 1.511.072 orang dibandingkan 1.358.016 orang pada tahun lalu; dan angkutan darat naik 6,41% sebanyak 924.545 orang dibandingkan 868.839 orang pada tahun lalu.
Kemenhub juga mewaspadai potensi kepadatan di sejumlah titik, khususnya Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang akan ditutup saat Nyepi.
Dari sisi operasional, layanan angkutan umum relatif terjaga dengan tingkat ketepatan waktu pada H-4 mencapai 95,90% untuk kereta api antarkota, 99,20% untuk kereta perkotaan, 81,81% untuk penerbangan domestik, 70,45% untuk internasional, 95,82% untuk angkutan laut, 95,09% untuk penyeberangan, dan 71,92% untuk angkutan jalan.
Di samping itu, Kemenhub juga turut memantau faktor cuaca dan geologi, termasuk sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu di Halmahera dan Gunung Semeru yang sempat memengaruhi sejumlah penerbangan. Meski demikian, secara umum operasional transportasi tetap berjalan normal.
"Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026," pungkasnya.
(ain)






























