Emiten emas potensial lainnya yang juga resmi masuk ke dalam indeks GDXJ adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut melesat di zona hijau, dan terus melanjutkan tren positif hingga mencatatkan kenaikan 155 poin atau dengan menguat 9,66% ke level Rp1.760/saham.
Nilai transaksi pada siang ini sudah menyentuh Rp211 miliar usai sebanyak 126 juta saham ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi sebesar 24.951 kali diperjualbelikan saham ARCI.
Adapun hasil rebalancing indeks yang menjadi acuan ETF emas global milik VanEck seperti VanEck Junior Gold Miners ETF dan VanEck Gold Miners ETF, amat memberikan sentimen ke pergerakan harga saham.
Penguatan ke–tiga saham tersebut terjadi usai resmi masuk ke dalam daftar indeks VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ), mereka adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) hingga PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).
Hasil kajian atau review hingga memunculkan daftar saham tersebut akan diimplementasikan pada 20 Maret 2026, sebagaimana tertulis di pengumuman.
Selanjutnya, pengumuman evaluasi konstituen GDX diagendakan pada 12 Juni 2026 dengan implementasi 19 Juni 2026, sementara evaluasi GDXJ berikutnya diumumkan 11 September 2026 dengan implementasi 18 September 2026.
“Masuknya emiten ke indeks ini dinilai positif karena berpotensi memicu inflow dari ETF dan fund global yang mengikuti indeks tersebut,” mengutip paparan Panin Sekuritas siang ini, Senin (16/3/2026).
(fad)



























