Logo Bloomberg Technoz

Menurut Andri, kondisi tersebut juga disertai aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026. 

Kombinasi faktor tersebut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, ditambah dengan tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.

Ia menyampaikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi pada 14-17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian wilayah Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18-20 Maret 2026, peluang hujan juga diprakirakan muncul di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Di sektor penerbangan, BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di beberapa jalur mudik udara, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. 

Peluang kemunculan awan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti potensi hujan dapat terjadi cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.

“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengimbau masyarakat untuk secara berkala memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG.

Ia juga menyarankan masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman dari potensi risiko hidrometeorologi sebelum ditinggalkan.

(rtd)

No more pages