Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan volume stok minyak Pertamina yang tersedia di kapal dan storage.

“Stok crude di kilang saat ini pada kondisi normal operation. Normal operation itu di antara 12 hari, 11 sampai 12 hari. Enggak mungkin kita semua tampung besar-besar di kilang. Nah, sisanya crude ada di mana? Ada di atas kapal yang sedang menuju ke kilang. Ada juga di lokasi subholding hulu yang melakukan pengeboran,” tegasnya.

Stok BBM

Untuk stok bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, Ega mengungkapkan saat ini mencapai 21 hari dan terus diperbarui setiap harinya dari produksi dalam negeri dan impor.

Di sisi lain, Ega menyatakan stok BBM hingga minyak mentah Pertamina dipastikan dalam kondisi aman dan terjaga setidaknya hingga akhir Lebaran 2026.

Alasannya, Pertamina telah mengamankan kontrak pengadaan jangka panjang dari sejumlah importir.

“Kebanyakan [kontrak impornya] yang long term daripada yang spot. [Sebanyak] 90% sampai 95% itu sudah locked sebetulnya, sebelum kejadian terjadi geopolitik di Timur Tengah kita sudah kunci pengadaan tersebut, sehingga saat ini kami memonitor pengirimannya,” ujar dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya melaporkan stok BBM Indonesia per 13 Maret 2026 atau menjelang hari raya Idulfitri 2026 berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan sebesar 21—23 hari.

Dalam sidang kabinet paripurna, Bahlil melaporkan bahwa Pertalite (RON 90) memiliki ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) sebesar 24,39 hari, berada di atas batas minimum 18,2 hari.

“Bapak Presiden kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang. Jadi untuk Pertalite, RON 90 ini yang bensin subsidi. Itu cadangan kita adalah 24,39 hari, batas melampaui batas minimal dari apa yang direncanakan oleh nasional kita,” kata Bahlil di Kantor Presiden, Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Untuk Pertamax (RON 92), Bahlil mengungkap ketahanan stok nasional tercatat 28,75 hari atau lebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari.

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dilaporkan memiliki ketahanan stok 31,32 hari, melampaui batas minimum 22,3 hari.

Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48), ketahanan stok nasional tercatat 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum 16,3 hari.

Pertamina Dex (CN 53), Bahlil menyatakan, memiliki ketahanan stok mencapai 46,05 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.

Untuk bahan bakar penerbangan avtur, ketahanan stok nasional tercatat 38,15 hari atau melampaui batas minimum 26 hari.

Sementara itu, untuk gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari di atas batas minimum 11,4 hari. Kemudian, minyak tanah atau kerosene memiliki ketahanan stok nasional sebesar 23,15 hari.

Saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) yakni 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Di tengah potensi pengetatan pasokan dan melonjaknya harga komoditas migas, pemerintah akhirnya berencana membangun fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah untuk menambah umur cadangan operasional nasional.

Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra, sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sekitar 25%, Angola 21%, Arab Saudi sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, Amerika Serikat (AS), dan Malaysia.  

Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.

Adapun, Pertamina mengendalikan bisnis penyulingan minyak lewat subholding hilir PT Pertamina Patra Niaga (PPN). Saat ini, Pertamina  mengoperasikan enam kilang dengan kapasitas pengolahan mencapai 1 juta barel per hari.

Sejumlah kilang itu termasuk refinery unit (RU) II Dumai dengan kapasitas 170.000 bph, RU III Plaju berkapasitas 126.000 bph, RU IV Cilacap berkapasitas 348.000 bph, RU V Balikpapan berkapasitas 360.000 bph, RU VI Balongan berkapasitas 150.000 bph, dan RU VII Kasim berkapasitas 10.000 bph.

(azr/wdh)

No more pages