Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, AS juga mengincar angkatan laut Iran dalam upaya untuk mengakhiri penutupan Selat Hormuz sebagai jalur utama lalu lintas minyak dari negara-negara di Timur Tengah. 

Meski demikian, menurut Luhut, perang belum akan berakhir dengan cepat. Kata dia, Iran baru saja membuktikan keampuhan senjata barunya yaitu drone bawah air yang menyerang Kapal Tangker Amerika Serikat dan Yunani.

Berdasarkan laporan, drone bawah air Iran sangat efektif karena biaya pembuatan rendah, kemampuan mencapai 2.000 km, serta memiliki teknologi yang mampu mengincar tepat sasaran. Kini, senjata baru Iran tersebut menjadi ketakutan baru karena akan mengincar sejumlah fasilitas milik AS.

"Dikhawatirkan Amerika sekarang, karena mereka mendapat informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini mendekat ke Amerika," ujar Luhut.

AS, kata dia, bersiap untuk mempercepat perang dengan meningkat dampak dan kerusakan pada Iran. Militer AS kabarnya akan mulai mengganti rudal yang digunakan dari B-2 menjadi B-52 -- dengan kemampuan dan daya hancur yang lebih besar.

"Mereka [AS] sedang menyiapkan serangan-serangan lebih efektif, targeted dengan menggunakan B-52 setelah mereka menggunakan B-2. Jadi saya pikir situasinya masih fluktuatif," ujar Luhut. 

(dov/frg)

No more pages