Logo Bloomberg Technoz

Skenario pertama adalah eskalasi di Timur Tengah dengan prakiraan harga minyak dunia menembus US$110-150 per barel. Hal ini nampak seperti saat serangan langsung Iran ke aset AS di Teluk Persia; penutupan Selat Hormuz selama lebih dari tujuh hari; dan terjadi peningkatan asuransi kapal.

Skenario kedua adalah prolong dari Perang Iran yang diprediksi mematok harga minyak dunia pada US$80-110 per barel. Kondisi terjadi saat akses Selat Hormuz dibuka secara terbatas meski masih ada ancaman keamanan; saling serang masih berlanjut namun presisi; negosiasi berjalan lambat dan sanksi terhadap Iran diperketat; serta Iran mampu memulihkan kapasitas rudal dan drone.

Skenario ketiga adalah deeskalasi yang terjadi saat gencatan senjata mulai dimediasi, tak ada lagi gangguan di Selat Hormuz, dan dewan transisi kepemimpinan Iran berjalan stabil. Pada kondisi ini, menurut Luhut, harga minyak dunia akan berada pada US$65-80.

"Rekomendasi kami [DEN] dengan kondisi semua ini, tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi kita tetap awas. Kita terus memantau perkembangan di luar," ujar Luhut.

(dov/frg)

No more pages