Logo Bloomberg Technoz

"Sekarang kita punya 38 provinsi, artinya nanti ada storage-storage yang kapasitasnya middle ya sekitar 20.000—50.000 kiloliter itu untuk dibangun di provinsi-provinsi yang ada di Indonesia dan tentunya menyesuaikan dengan jumlah penduduk,” ungkap dia.

Fathul mengungkapkan BPH Migas juga mendorong langkah Kementerian ESDM yang bakal membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah agar cadangan operasional Indonesia dapat meningkat dari sebelumnya 25 hari menjadi mendekati 90 hari.

“Tetapi dalam hal ini pemerintah, ya Bapak Presiden dan juga Pak Menteri ESDM sudah menargetkan untuk kita meningkatkan cadangan operasional itu menjadi sampai 90 hari,” kata Fathul.

Status Cadangan

Adapun, saat ini status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) yakni 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Di tengah potensi pengetatan pasokan dan melonjaknya harga komoditas migas, pemerintah akhirnya berencana membangun fasilitas penyimpanan atau storage minyak mentah untuk menambah umur cadangan operasional nasional.

Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, Amerika Serikat (AS), dan Malaysia.  

Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.

Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain; China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.

Berikut 5 provinsi yang memiliki kapasitas penyimpanan BBM terbesar:

  • Jawa Timur sebesar 1,15 juta kl
  • Jawa Barat sebesar 950.000 kl
  • DKI Jakarta sebesar 910.000 Kl
  • Kepulauan Riau sebesar 890.000 kl
  • Banten sebesar 770.000 Kl

(azr/wdh)

No more pages