CEO Saudi Aramco Amin Nasser menyatakan pada Selasa bahwa perusahaan tengah meningkatkan aliran minyak mentah melalui pipa lintas timur-barat. Jalur ini diproyeksikan mencapai kapasitas penuh harian sebesar 7 juta barel dalam beberapa hari ke depan.
"Semua ini didasarkan pada reposisi kapal-kapal tanker dari wilayah timur ke barat," ujar Nasser.
Data yang dihimpun menunjukkan kapal-kapal tersebut telah memberikan sinyal tujuan ke Yanbu dalam dua hari terakhir. Namun, jumlah armada yang sebenarnya mungkin lebih tinggi, mengingat kapal tanker seringkali tidak mengungkapkan tujuan mereka demi alasan keamanan, terutama di masa konflik.
Uni Emirat Arab juga melakukan langkah serupa dengan menggenjot ekspor minyak mentah melalui pipa dari ladang-ladang utamanya menuju pelabuhan Fujairah untuk memutus ketergantungan pada Selat Hormuz. Data dari Kpler dan pelacakan kapal Bloomberg menunjukkan bahwa ekspor dari terminal tersebut telah melonjak menjadi sekitar 1,6 juta barel per hari sepanjang bulan ini. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata beberapa bulan terakhir yang hanya berada di kisaran 1,1 juta barel.
(bbn)






























