Menu tersebut meliputi lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik dalam siaran pers.
BGN menegaskan bahwa setiap menu dalam Program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Oleh karena itu, setiap laporan atau polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Nanik.
(rtd)
































