Logo Bloomberg Technoz

APBN 2026 Aman Walau Hari Ini Harga Minyak Tembus US$100/Barel

Redaksi
09 March 2026 10:49

Defisit APBN Mei 2025 Capai Rp21 Triliun Terhadap PDB (Diolah dari Berbagai Sumber)
Defisit APBN Mei 2025 Capai Rp21 Triliun Terhadap PDB (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak mentah dunia melonjak 26,29% ke posisi tertinggi sejak tiga tahun terakhir di level US$116 per barel pada 09:54 WIB, di tengah perang Timur Tengah yang masih berkecamuk. Pernyataan berhentinya produksi minyak dari negara produsen seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab semakin menambah dorongan bagi laju harga minyak pada awal pekan ini. 

Hal ini dapat berdampak pada defisit APBN 2026 yang mencantumkan angka asumsi harga minyak di level US$70 per barel. Harga rata-rata minyak sejak awal tahun sudah mengalami kenaikan.

Secara year-to-date (ytd) harga rata-rata minyak mentah masih di level US$68,43 per barel. Jadi sampai saat ini, sepertinya APBN masih aman.

Kenaikan minyak akibat perang AS-Israel terhadap Iran ini tertinggi sejak September 2022. (Bloomberg).

Meski begitu, bukan berarti kewaspadaan boleh kendur. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah telah membuat simulasi jika harga minyak terus melambung di atas US$92 per barel sepanjang tahun ini, maka defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ini artinya melampaui batas yang ditetapkan Undang-Undang No.17 Tahun 2003 yaitu 3% PDB, apabila tidak ada upaya penyesuaian kebijakan.