“Kalau crude-nya ada, BBM-nya kan tangkinya bisa jalan. Itu. Dan kita lihat ekspansinya, kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya. Tinggal kita meminta kepada kilang-kilang Pertamina menambah tangki-tangkinya,” tegas Bahlil.
Sebelumnya, menyatakan kapasitas penyimpanan minyak Indonesia baru mencapai 25—26 hari. Ke depan, Kementerian ESDM berencana meningkatkan kapasitas tangki penyimpanan atau storage tank menjadi di atas 90 hari.
Bahlil menyatakan feasibility study (FS) proyek pembangunan tangki penyimpanan komoditas minyak tersebut sedang dikerjakan. Dia menyebut salah satu proyek tersebut bakal dibangun di Sumatra.
“Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan, karena itu standar internasional,” kata Bahlil, dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
“Kami akan targetkan, FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatra. Sumatranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa,” papar Bahlil.
Adapun, rencana pembangunan tangki minyak mentah tersebut dilakukan untuk mempertebal umur cadangan minyak Indonesia. Terlebih, saat ini jalur perdagangan migas global di Selat Hormuz sedang ditutup.
Bahlil sendiri mengklaim pasokan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Idulfitri.
Bahlil mengklaim seluruh stok komoditas tersebut berada di atas standar minimum nasional yakni 21 hari.
“Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, ya hari raya Idulfitri, bulan puasa, alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memastikan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dunia melonjak gegara konflik di Timur Tengah.
Bahlil menyatakan harga minyak dunia sudah naik ke level US$78—US$80 per barel, melebihi asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Akan tetapi, Bahlil menyatakan berdasarkan hasil rapat terbaru telah diputuskan harga BBM bersubsidi tak mengalami penyesuaian atau tetap.
Untuk BBM nonsubsidi, Bahlil menyatakan harga BBM tersebut ditetapkan menyesuaikan harga pasar. Dengan demikian, jika harga minyak mentah dunia naik, umumnya harga BBM nonsubsidi turut mengalami kenaikan.
Adapun, harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penguatan seiring pecahnya serangan baru di Timur Tengah.
Harga West Texas Intermediate (WTI) stabil di bawah US$75 per barel setelah melonjak sekitar 11% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara Brent ada di level US$81,40 per barel..
Presiden Donald Trump pada hari Selasa menyatakan bahwa US International Development Finance Corporation (DFC) akan menawarkan asuransi bagi kapal-kapal guna menjamin aliran energi dan perdagangan, serta menyediakan pengawalan angkatan laut "jika diperlukan."
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia ke Samudra Hindia. Sebagai jalur esensial bagi perdagangan energi global, selat ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Sejak perang pecah Sabtu lalu, kapal-kapal tanker menghindari titik nadi ini karena risiko yang terus meningkat, termasuk ancaman Teheran terhadap kapal-kapal yang melintas.
(azr/wdh)




























