“Bali itu lebih udara, udara hold semua, yang ke arah Middle East hold. Bahkan yang ke Moskow ya lewat Bali, itu pun di-hold,” tutur dia.
Untuk menghindari wilayah Timur Tengah dan Iran, pelaku logistik kini mencari rute alternatif melalui Singapura dan Thailand sebagai hub. Namun, Mahendra mengakui biaya pengiriman otomatis akan menjadi lebih mahal. Apalagi, gangguan juga turut dirasakan oleh jalur laut akibat penutupan Selat Hormuz.
Hal ini, kata dia, akan turut berpotensi membuat tekanan tambahan dari sektor energi. Indonesia yang masih bergantung pada impor BBM dinilai berisiko menghadapi kenaikan biaya logistik apabila terjadi penyesuaian harga BBM bersubsidi.
"Yang kita khawatirkan nanti ini pemerintah akan menaikkan harga BBM untuk logistik yang bersubsidi,” kata dia. "Kita berharap pemerintah lebih bijak melihat itu."
Sejak awal konflik memanas pada Sabtu pekan lalu, konflik semakin tak terbendung dan membuat ketidakpastian ekonomi global semakin tinggi.
Melansir Bloomberg News, Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan militer menyerang lebih dari 1.000 target di Iran, termasuk fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, pertahanan udara, situs peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer.
48 pemimpin Iran tewas "dalam satu serangan" dan AS tahu berapa banyak target yang tersisa, kata Trump kepada reporter Fox News Jacqui Heinrich, yang mengunggah komentarnya di X.
Sementara itu, tiga anggota militer AS tewas dan lima "luka parah" selama operasi melawan Republik Islam, kata Centcom dalam unggahan di X pada Minggu pagi di Washington.
Data terbaru pada hari ini menyatakan jumlah korban tewas di Iran akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu telah mencapai sebanyak 555 orang, menurut Kantor Berita Fars.
(ain)































