Logo Bloomberg Technoz

Ia menerangkan dari hasil studi yang telah rampung, rencana itu bakal dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Penyusunan akan dilakukan oleh Danantara, termasuk rencana pendanaan mencapai US$6 miliar, yang diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor.

"Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari US$4 miliar, bisa naik ke US$40 miliar dalam 10 tahun, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil," ujar Airlangga.

Kalangan pelaku industri menilai kehadiran BUMN Tekstil yang tengah direncanakan oleh pemerintah akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengkhawatirkan, perusahaan pelat merah tersebut akan menjadi pemain dominan dalam rantai pasok industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri lantaran dilindungi oleh negara.

"Kami sebut ini akan menjadi predatory industry gitu. Pemerintah justru memakan industri-industri swasta melalui monster yang namanya BUMN itu," ujar Danang saat ditemui usai acara Bloomberg Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026) lalu.

Dengan begitu, kata Danang, bukan tidak mungkin BUMN tekstil tersebut akan dengan mudah mengambil pangsa pasar produk tekstil swasta di dalam negeri yang saat ini juga tengah mengalami tekanan.

Dia juga menilai rencana itu l menjadi sebuah pemikiran atau ide yang cukup prematur, yang hingga saat ini belum diiringi dengan peta jalan atau roadmap yang jelas.

"Kami percaya itu ide yang prematur, belum dibukukan. Kita menyarankan pemerintah agar mengkaji ulang pemikiran terkait pendirian BUMN itu," kata dia.

(ain)

No more pages