Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp17,77 triliun dengan volume 381,42 juta lot saham.

Pelemahan IHSG pada Sesi II terjadi secara luas di berbagai sektor. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 3,90%, disusul sektor saham siklikal yang melemah 3,19% dan sektor infrastruktur yang turun 2,63%.

Tekanan juga terlihat pada sektor energi yang terkoreksi 2,30%, barang baku turun 2,24%, serta sektor kesehatan yang melemah 2,04%.

Selain itu, sektor properti terkoreksi 1,78%, konsumen non-siklikal turun 1,72%, dan keuangan melemah 0,74%.

Adapun sektor teknologi relatif bergerak terbatas dengan penurunan 0,20%, sementara sektor industri melemah 0,82%.

Sebelumnya, IHSG telah lebih dahulu ditutup di zona merah pada Sesi I perdagangan.

Indeks komposit melemah 0,81% ke level 8.255. Sepanjang sesi tersebut, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 8.236–8.358, dengan tekanan jual yang konsisten hingga akhir sesi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi pada Sesi I mencapai Rp14,87 triliun dengan volume perdagangan 26,32 miliar saham dan frekuensi 1,74 juta kali transaksi.

Pelemahan Sesi I dipicu oleh tekanan pada saham-saham transportasi, konsumen non primer, dan barang baku yang masing-masing turun 2,61%, 1,99%, dan 1,77%, disusul sektor infrastruktur yang melemah 1,67% serta sektor energi yang terkoreksi 1,21%.

Sejumlah saham turut menjadi pemberat indeks, di antaranya PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 7,19%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 6,28%, serta PT XLSmart Tbk (EXCL) yang terkoreksi 4,76%.

Dari pasar regional, pergerakan bursa Asia pada hari yang sama terpantau bervariasi.

Indeks KOSPI Korea menguat 3,46%, TOPIX Jepang naik 0,97%, dan NIKKEI 225 menguat 0,08%. Sementara itu, FTSE Straits Times Singapura melemah 0,48%, dan CSI 300 China turun 0,25%.

(rtd/naw)

No more pages