Perusahaan yang berbasis di Roma tersebut telah menghabiskan investasi besar di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.
Sekitar setengah dari total investasi yang direncanakan akan dialokasikan ke bisnis terintegrasi Enel, yakni pembangkitan listrik, penjualan, dan distribusi. Porsi ini lebih banyak diarahkan ke Eropa dan Amerika Utara, termasuk €20 miliar untuk energi terbarukan.
Perusahaan juga akan menginvestasikan lebih dari €26 miliar untuk jaringan listrik, terutama di Eropa.
Rencana tersebut bertujuan mempercepat proyek energi terbarukan baik proyek baru maupun pengembangan aset yang sudah ada, memperluas portofolio tenaga angin Enel, serta melakukan repowering aset yang ada guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Sebagian besar belanja juga akan diarahkan ke penyimpanan baterai.
Perusahaan utilitas Eropa kini melakukan penyesuaian setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi global, dengan memprioritaskan jaringan yang diregulasi serta pembangkit listrik bersih berbasis kontrak di negara-negara maju.
Investasi pada jaringan listrik dinilai sangat menarik karena operator diperbolehkan memulihkan biaya dan memperoleh imbal hasil yang diregulasi, sehingga menawarkan stabilitas pendapatan jangka panjang di tengah volatilitas pasar listrik grosir.
Strategi ini hadir di saat kejelasan kebijakan masih menjadi faktor penting bagi investor. Meski Eropa dan AS dipandang relatif stabil, kerangka kebijakan tetap dapat berubah.
Di Italia, usulan pemerintah baru-baru ini untuk menghapus biaya karbon dari tagihan listrik mengguncang pasar forward, menyoroti sensitivitas pendapatan perusahaan utilitas terhadap perubahan regulasi.
(bbn)
































