Ketua Komisi XI Muhammad Misbakhun juga mengonfirmasi telah menerima Surat Presiden (Surpres) pengajuan sejumlah nama calon kandidat yang menggantikan Juda.
Ketiga kandidat tersebut yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan juga Solikin M. Juhro. Usai menerima surat itu, DPR kemudian akan menindaklanjuti proses fit and proper test.
Lalu dilakukan fit and proper test pada 23 Januari 2026 dan 26 Januari 2026. Dalam uji kelayakannya, Thomas menekankan pentingnya keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi lewat konsep yang terdiri dari lima strategi tematik bertajuk 'GERAK'.
Kelima strategi tersebut ialah pertama, Governance, yakni kebijakan yang kuat dan kredibel. Kedua, Efektivitas kebijakan. Ketiga, Resiliensi sistem keuangan. Keempat, Akselerasi sinergi fiskal dan moneter keuangan. Kelima, Keberlanjutan transformasi keuangan.
"Governance merupakan pondasi. Dalam hal tata kelola kita mengenal regulasi terkait independensi BI yang ada dalam aturan sejak 1999 dan ada pula di Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Regulasi yang kuat untuk independensi BI," tegas Thomas dalam paparannya, Senin (26/1/2026).
"Sinergi dengan fiskal dan lembaga otoritas keuangan lainnya tidak mengurangi independensi BI," klaim Thomas.
Hingga pada hari yang sama, DPR melalui Komisi XI memutuskan bahwa kandidat Deputi Gubernur BI yang lolos uji kelayakan dan kepatutan adalah Thomas Djiwandono.
Sehari setelah pengesahan dirinya di Rapat Paripurna DPR, Selasa (27/2/2026), Thomas sendiri pada akhirnya angkat bicara terkait proses pencalonannya yang menurutnya tidak berkaitan dengan isu rencana penggantian Gubernur BI, maupun agenda politik tertentu.
Kata Thomas, penunjukan tersebut murni dilakukan melalui mekanisme yang berlaku di Bank Indonesia.
"Saya ditunjuk sebagai Deputi Gubernur, itu dilakukan melalui proses dan mekanisme yang sudah ada. Tidak ada satu hal yang dilewati, dilanggar, apalagi dibelok-belokan," kata Thomas kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2025).
"Urusan soal [bakal jadi] Gubernur BI segala macam, tidak ada. Kalaupun ada yang source nyatakan itu, ya silakan tanya ke dia lagi," sambung dia.
Thomas juga tidak menampik fakta bahwa dirinya merupakan kerabat dekat Presiden Prabowo Subianto, namun meminta publik menilai dirinya berdasarkan rekam jejak profesional yang telah dijalani.
Namun, ia menekankan bahwa dirinya telah secara resmi mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra pada 31 Desember 2025. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk prinsip pribadi, meskipun kata dia ketentuan formal di Kementerian Keuangan tidak secara eksplisit mewajibkan hal tersebut.
Sebagai catatan saja, soal urusan kariernya, Thomas tercatat pernah bekerja sekaligus berlatih menjadi wartawan kantor berita Majalah Tempo pada 1993, dan kemudian menjadi jurnalis di media Indonesia Business Weekly.
Pada 1996 hingga 1999, Thomas beralih profesi menjadi analis keuangan di Whitlock NatWest Securities, perusahaan keuangan grup NatWest yang berbasis di London, Inggris. Lalu, pada 1999-2000, dia kemudian menjadi konsultan di Castle Asia, sebuah perusahaan konsultasi dan penyedia forum CEO terkemuka saat itu.
Pada 2004, dia kembali bekerja di Comexindo International sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, sebelum akhirnya menjadi CEO pada 2010 hingga 2024. Bersamaan dengan jabatan itu, Thomas juga menjabat sebagai Deputy CEO di Arsari Group, perusahaan terdiversifikasi yang juga dimiliki oleh adik Prabowo, yakni Hashim Djojohadikusumo.
(lav)































