Logo Bloomberg Technoz

Layanan berita BBC Rusia melaporkan bahwa Medinsky sempat mengadakan pertemuan tertutup dengan perwakilan Ukraina setelah putaran resmi pembicaraan berakhir.

Utusan AS, Steve Witkoff, yang hadir bersama menantu Donald Trump, Jared Kushner, menyatakan adanya "kemajuan berarti" pada diskusi hari sebelumnya. Namun, hingga negosiasi berakhir, titik temu pada isu-isu krusial tampak masih minim, meskipun cakupan diskusi kali ini disebut lebih luas dibandingkan pertemuan di Abu Dhabi awal tahun ini.

Hambatan utama yang belum terselesaikan adalah tuntutan Presiden Vladimir Putin agar Ukraina menyerahkan wilayah di Donetsk timur yang belum berhasil dikuasai Moskow sepenuhnya sejak konflik 2014. Di sisi lain, Zelenskiy menegaskan bahwa rakyat Ukraina menolak penarikan mundur pasukan secara sepihak maupun penyerahan wilayah kepada Rusia.

Selain masalah lahan, nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia juga menjadi agenda utama. AS sendiri tampak terbelah dalam melihat prospek keberhasilan dialog ini. Sebagian pejabat skeptis bahwa Putin menginginkan perdamaian dalam waktu dekat, sementara sebagian lainnya percaya Kremlin serius mengakhiri perang melalui negosiasi.

Kehadiran Vladimir Medinsky menandai kembalinya wajah lama dalam diplomasi ini. Ia sebelumnya terlibat dalam negosiasi di Istanbul tahun lalu namun absen dalam pertemuan Abu Dhabi. "Rusia sedikit mengubah tim negosiasinya, yang merupakan kejutan bagi kami," ujar Zelenskiy.

Di sisi lain, Ukraina terus memperkuat koordinasi dengan pihak Barat. Pasca-pertemuan, Umerov bertemu dengan perwakilan dari AS, Prancis, Inggris, Jerman, Italia, dan Swiss. Zelenskiy menegaskan bahwa keterlibatan Eropa sangat krusial. "Kami menganggap partisipasi Eropa dalam proses ini sangat diperlukan untuk keberhasilan implementasi kesepakatan yang sangat mungkin dicapai," pungkasnya.

(bbn)

No more pages