Logo Bloomberg Technoz

Potret Warga Gaza Alami Bencana Kelaparan Akibat Invasi Israel

News
21 May 2024 20:05

Anak-anak pengungsi Palestina menunggu mengambil makanan gratis di sebuah kamp di Deir al-Balah, Gaza, Jumat (17/5/2024). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak pengungsi Palestina menunggu mengambil makanan gratis di sebuah kamp di Deir al-Balah, Gaza, Jumat (17/5/2024). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan bencana kelaparan masih menjadi ancaman bagi warga Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan bencana kelaparan masih menjadi ancaman bagi warga Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bantuan juga terganggu karena Israel telah meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah dekat dua penyeberangan.  (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bantuan juga terganggu karena Israel telah meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah dekat dua penyeberangan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Banyak anak-anak yang mengantre untuk mendapatkan makanan lain. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Banyak anak-anak yang mengantre untuk mendapatkan makanan lain. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Di sisi lain, banyak yang khawatir  bahwa ketika perang Israel-Hamas berkecamuk, kelompok bantuan mungkin terpaksa berhenti. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Di sisi lain, banyak yang khawatir bahwa ketika perang Israel-Hamas berkecamuk, kelompok bantuan mungkin terpaksa berhenti. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar perbatasan Rafah segera dibuka kembali untuk akses kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar perbatasan Rafah segera dibuka kembali untuk akses kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Saat ini Israel juga menutup penyeberangan tersebut yang menyebabkan situasi menjadi semakin sulit di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Saat ini Israel juga menutup penyeberangan tersebut yang menyebabkan situasi menjadi semakin sulit di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Selain memerlukan pasokan makanan, saat ini warga Gaza membutuhkan bahan bakar agar fasilitas medis dapat berjalan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Selain memerlukan pasokan makanan, saat ini warga Gaza membutuhkan bahan bakar agar fasilitas medis dapat berjalan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Hampir setengah dari populasi Rafah berada di jalan karena terpaksa mengungsi sejak pasukan Israel memulai operasi militer. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Hampir setengah dari populasi Rafah berada di jalan karena terpaksa mengungsi sejak pasukan Israel memulai operasi militer. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Anak-anak pengungsi Palestina menunggu mengambil makanan gratis di sebuah kamp di Deir al-Balah, Gaza, Jumat (17/5/2024). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan bencana kelaparan masih menjadi ancaman bagi warga Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Bantuan juga terganggu karena Israel telah meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah dekat dua penyeberangan.  (Ahmad Salem/Bloomberg)
Banyak anak-anak yang mengantre untuk mendapatkan makanan lain. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Di sisi lain, banyak yang khawatir  bahwa ketika perang Israel-Hamas berkecamuk, kelompok bantuan mungkin terpaksa berhenti. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar perbatasan Rafah segera dibuka kembali untuk akses kemanusiaan di seluruh Jalur Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Saat ini Israel juga menutup penyeberangan tersebut yang menyebabkan situasi menjadi semakin sulit di Gaza. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Selain memerlukan pasokan makanan, saat ini warga Gaza membutuhkan bahan bakar agar fasilitas medis dapat berjalan. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Hampir setengah dari populasi Rafah berada di jalan karena terpaksa mengungsi sejak pasukan Israel memulai operasi militer. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan bencana kelaparan masih menjadi ancaman, dan semakin banyak warga Gaza yang mati kelaparan. 

Situasi tersebut semakin memburuk sejak saat itu, dengan Program Pangan Dunia PBB mengatakan dalam sebuah postingan di X pada Kamis bahwa ancaman kelaparan "belum pernah sebesar ini" dan persediaan bahan bakar dan makanan akan habis dalam beberapa hari. Bantuan juga terganggu karena Israel telah meminta orang-orang untuk meninggalkan daerah dekat dua penyeberangan di Gaza selatan - Rafah dan Kerem Shalom - saat mereka melanjutkan operasi militer untuk menyingkirkan Hamas.

Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Sabtu bahwa 800.000 orang telah "dipaksa untuk melarikan diri" dari kota Rafah di bagian selatan Gaza sejak Israel memulai operasi militer di sana bulan ini. Banyak warga mengungsi ke daerah-daerah yang tidak memiliki pasokan air atau sanitasi yang memadai.

Israel mengatakan bahwa serangan darat di Rafah sangat penting dalam perang melawan militan Palestina, dan bersikeras bahwa Rafah adalah benteng terakhir Hamas di Gaza.

(bbn)