Logo Bloomberg Technoz

Harga Beras Melambung Tertinggi Sejak 15 Tahun

Andrean Kristianto
11 September 2023 17:00

Pedagang beras melayani pembeli di Pejaten, Senin (11/9/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pedagang beras melayani pembeli di Pejaten, Senin (11/9/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Kenaikan harga beras terus berlanjut di pasar domestik. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Kenaikan harga beras terus berlanjut di pasar domestik. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Harga beras di Indonesia telah mencetak kenaikan rekor tertinggi sejak 2015 lalu, naik hampir 14%. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Harga beras di Indonesia telah mencetak kenaikan rekor tertinggi sejak 2015 lalu, naik hampir 14%. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pedagang mengaku kenaika beras sudah terjadi sejak awal Agustus. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pedagang mengaku kenaika beras sudah terjadi sejak awal Agustus. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Kenaikan harga beras menjadi momok saat dampak fenomena El Nino semakin sering menggagalkan panen. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Kenaikan harga beras menjadi momok saat dampak fenomena El Nino semakin sering menggagalkan panen. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena stok beras masih memadai untuk kebutuhan. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena stok beras masih memadai untuk kebutuhan. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Pedagang beras melayani pembeli di Pejaten, Senin (11/9/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Kenaikan harga beras terus berlanjut di pasar domestik. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Harga beras di Indonesia telah mencetak kenaikan rekor tertinggi sejak 2015 lalu, naik hampir 14%. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pedagang mengaku kenaika beras sudah terjadi sejak awal Agustus. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Kenaikan harga beras menjadi momok saat dampak fenomena El Nino semakin sering menggagalkan panen. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena stok beras masih memadai untuk kebutuhan. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga beras terus berlanjut di pasar domestik memicu kecemasan bisa membangunkan lagi hantu inflasi di tengah tren penurunan harga Indeks Harga Konsumen selama sembilan bulan terakhir.

Harga beras di Indonesia yang telah mencetak kenaikan rekor tertinggi sejak 2015 lalu, naik hampir 14% secara tahunan pada bulan lalu, tidak terlihat surut meskipun pemerintah telah berulang menegaskan cadangan beras pemerintah (CBP) aman.

Kenaikan harga beras menjadi momok inflasi di sisa tahun terutama ketika dampak fenomena El Nino semakin sering menggagalkan panen di berbagai daerah akibat kekeringan. Prediksi Kementarian Pertanian, El Nino berisiko membuat tanaman padi di atas lahan 2.269 hektare gagal panen tahun ini. Yaitu sebanyak 1.800 ha terancam puso, lalu dari 20.255 ha lahan yang kekeringan terdapat 469 ha yang terancam gagal panen juga.

Dari pantauan Bloomberg Technoz di Pasar Minggu, Jakarta Selatan di salah satu kios penjual beras, pedagang menyatakan harga beras sudah naik dari awal Agustus. Kenaikan harga beras hampir mencapai Rp2.000.

“Bukan naik lagi tapi ganti harga, terutama beras IR64 yang murah tadinya Rp9.500 sekarang bisa Rp11.000,” kata Rano penjual beras di Pasar Minggu.

Kenaikan beras juga terjadi di kios pedagang di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Sama seperti di Pasar Minggu, pedagang beras di kawasan Pejaten ini mengaku kenaikan beras juga terdai sejak awal Agustus.

“Rata-rata semua jenis beras naik Rp1.000 sih, itu sudah terjadi sejak awal Agustus,” kata Khairal.

Pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena stok beras masih memadai untuk kebutuhan stabilisasi harga beras sepanjang tahun. Senin pekan depan, kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, pemerintah juga akan merilis beras bantuan pangan (bansos) sebanyak 640.000 ton dan kucuran itu diharap bisa menstabilkan harga beras.

Stok yang diklaim aman itu nyatanya sejauh ini belum mampu meredakan lonjakan harga beras.

(dre/ezr)