Siap Perang, Taiwan Gelar Latihan Militer di Bandara
News
27 July 2023 13:16
Bloomberg Technoz, Bandara Internasional Taoyuan di Taiwan menjadi pusat perhatian ketika militer di pulau tersebut melaksanakan latihan pertahanan. Latihan dilakukan untuk menghadapi simulasi serangan dari China pada hari Rabu (26/7). Latihan tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan utama Taiwan yang disebut Han Kuang, yang dimulai pada hari Senin dan berfokus pada perlindungan infrastruktur serta strategi menyerang kapal musuh untuk menjaga jalur air utama tetap terbuka.
Sebanyak enam helikopter termasuk helikopter serang Apache, serta sekitar 180 tentara berpartisipasi dalam latihan ini dengan tujuan mensimulasikan pengusiran pasukan musuh yang telah menguasai fasilitas pengendalian lalu lintas udara di bandara tersebut, demikian diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan.
Baca Juga
Dalam latihan ini, helikopter militer mensimulasikan pendaratan di atas bandara dan men-deploy pasukan musuh di landasan pacu. Saat pasukan musuh mendekati gedung bandara terjadi baku tembak dengan militer Taiwan yang berusaha membela fasilitas tersebut.
Para tentara yang berperan sebagai perusuh dalam simulasi ini mengenakan helm merah sebagai tanda pengenal. Mereka terlibat dalam latihan tembak-menembak dengan polisi bandara. Selain itu, tim pemadam kebakaran juga berlatih memadamkan api simulasi.
Terlihat tentara membawa senapan yang berlari di landasan pacu untuk melawan pasukan musuh yang diangkut oleh helikopter. Simulasi serangan ini berlangsung selama 30 menit dan berakhir ketika militer Taiwan berhasil membersihkan pasukan musuh yang tersisa. Mereka lalu mengibarkan bendera Taiwan sebagai tanda keberhasilan pertahanan bandara dalam simulasi ini.
Simulasi serangan di bandara ini merupakan tambahan baru dalam rangkaian latihan militer Han Kuang yang telah diadakan setiap tahun sejak 1984 dan melibatkan seluruh cabang militer Taiwan termasuk pasukan cadangan, dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan secara keseluruhan.
Latihan ini mencerminkan persiapan Taiwan dalam menghadapi berbagai skenario mengenai kekhawatiran atas intimidasi militer China yang meningkat, kekhawatiran ini semakin membesar sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu.
Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa telah lama mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya, meskipun pulau tersebut telah lama menjadi negara demokratis yang merdeka dan berdaulat. China juga telah berupaya secara diplomatis untuk mengisolasi Taiwan selama beberapa dekade.
Beijing bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kekuatan militer guna menguasai Taiwan dan terus menekan Taipei dengan mengirim pesawat militer ke zona identifikasi pertahanan udara yang telah ditetapkan oleh Taiwan. China juga mendekatkan kapal perangnya ke perairan sekitar pulau tersebut.
Bandara, baik yang bersifat sipil maupun militer menjadi sasaran utama dalam konflik semacam ini. Hal ini terbukti jelas ketika Moskow berusaha merebut Bandara Hostomel di Kyiv pada tahap awal invasi mereka ke Ukraina tahun lalu.
(bbn)
























