Logo Bloomberg Technoz

Demo Pembebasan Mantan PM Pakistan di London

News
11 May 2023 15:25

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)
Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)
Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)
Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)
Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)
Pedemo memprotes penangkapan mantan PM Pakistan, Imran Khan di luar Avenfield House, London, Inggris, Rabu (10/5/2023). (Chris J. Ratcliffe/Bloomberg)

Bloomberg , Sejumlah demonstran berkumpul di luar Kedutaan Besar Pakistan di London untuk menuntut pembebasan Imran Khan. Mantan perdana menteri Pakistan tersebut ditangkap dan ditahan ketika hendak menghadiri persidangan di Islamabad atas dugaan tindak pidana.

Sekitar 150 orang berkumpul di dekat Komisi Tinggi Pakistan menyatakan dukungan kepada Khan dengan teriakan "Hidup Imran Khan" dan pesan dukungan lainnya. Beberapa di antara mereka juga mengkritik pemerintah perdana menteri saat ini, Shehbaz Sharif yang sedang berada di London usai menghadiri penobatan Raja Charles III.

Khan, berusia 70 tahun, ditahan oleh pasukan paramiliter atas perintah biro anti-korupsi Pakistan. Popularitas mantan perdana menteri tersebut terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Termasuk kabar serangan pada sebuah rapat umum yang mengakibatkannya tertembak pada bagian kaki, November 2022.

Di Pakistan, sejak penangkapan Khan, para demonstran di beberapa kota juga mengalami bentrok dengan otoritas. Tentara Pakistan bahkan telah mengeluarkan peringatan dengan ancaman para demonstran akan menghadapi "tindakan tegas".

Dinamika politik dan keamanan ini pun berdampak pada nilai tukar Rupee Pakistan yang turun 1,9%, pada Rabu (10/5/2023). 

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menghindari pertanyaan saat berada di Parlemen, Rabu lalu. Dia menghindari pertanyaan tentang apakah pemerintah Inggris akan mengirim pengamat ke Pakistan.

"Kami mendukung proses demokrasi yang damai dan mematuhi aturan hukum serta memantau situasi dengan hati-hati," kata Sunak.

Fazana Mukhtar, 50 tahun, meminta Inggris untuk melakukan lebih banyak tindakan saat bergabung dengan protes di luar Komisi Tinggi Pakistan. "Setiap orang harus mengangkat suara untuk mengutuk ini," kata dia. Peristiwa di Pakistan "tidak baik untuk masyarakat, tidak baik untuk negara, tidak baik untuk hubungan internasional."

Beberapa peserta dalam protes mengungkapkan kekhawatiran tentang keselamatan Khan selama ditahan. Beberapa menuduh pemerintah di Islamabad korup.

"Saya belum pernah merasa sedih sebanyak ini ketika tidak berada di rumah," kata seorang wanita berusia 27 tahun yang hanya memberikan nama Ayeda. "Ada kerusuhan total karena satu orang jujur. Dia jujur dan jutaan orang ada di belakangnya."

(bbn)