Logo Bloomberg Technoz

Kirab Budaya Proklamasi, Merawat Jejak Sejarah Kemerdekaan

Andrean Kristianto
17 August 2026 14:37

Suasana Kirab Merah Putih pembawa bendera pusaka dan naskah Proklamasi di Monas, Senin (17/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana Kirab Merah Putih pembawa bendera pusaka dan naskah Proklamasi di Monas, Senin (17/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Prosesi kirab budaya dari kawasan Monas menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.

Prosesi kirab budaya dari kawasan Monas menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.

Kirab tersebut membawa dua benda yang memiliki makna penting dalam sejarah kemerdekaan, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi.

Kirab tersebut membawa dua benda yang memiliki makna penting dalam sejarah kemerdekaan, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi.

Keduanya diarak menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keduanya diarak menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Duplikat bendera Merah Putih dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta.  (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Duplikat bendera Merah Putih dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi.

Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi.

Barisan kirab terdapat 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian yang menambah semarak suasana.

Barisan kirab terdapat 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian yang menambah semarak suasana.

Kirab juga dimeriahkan oleh 76 pasukan berpakaian Nusantara yang menghadirkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Kirab juga dimeriahkan oleh 76 pasukan berpakaian Nusantara yang menghadirkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.

Unsur pasukan berkuda turut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian kirab budaya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Unsur pasukan berkuda turut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian kirab budaya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usai Kirab, di halaman Monas juga bergema 17 kali dentuman meriam salvo jelang detik-detik pembacaan naskah Teks Proklamasi.

Usai Kirab, di halaman Monas juga bergema 17 kali dentuman meriam salvo jelang detik-detik pembacaan naskah Teks Proklamasi.

Dentuman meriam tersebut turut menandai momentum bersejarah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Kemerekaan Indonesia.

Dentuman meriam tersebut turut menandai momentum bersejarah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Kemerekaan Indonesia.

Rangkaian acara di Monas dihadiri ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rangkaian acara di Monas dihadiri ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Suasana Kirab Merah Putih pembawa bendera pusaka dan naskah Proklamasi di Monas, Senin (17/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Prosesi kirab budaya dari kawasan Monas menuju Istana Merdeka menjadi pembuka rangkaian peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia.
Kirab tersebut membawa dua benda yang memiliki makna penting dalam sejarah kemerdekaan, yakni duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi.
Keduanya diarak menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Duplikat bendera Merah Putih dibawa oleh Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta.  (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Sementara itu, Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, mendapat amanah membawa naskah teks Proklamasi.
Barisan kirab terdapat 170 taruna/taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian yang menambah semarak suasana.
Kirab juga dimeriahkan oleh 76 pasukan berpakaian Nusantara yang menghadirkan keragaman budaya Indonesia dalam satu rangkaian perayaan kemerdekaan.
Unsur pasukan berkuda turut menjadi bagian yang menarik dalam rangkaian kirab budaya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Usai Kirab, di halaman Monas juga bergema 17 kali dentuman meriam salvo jelang detik-detik pembacaan naskah Teks Proklamasi.
Dentuman meriam tersebut turut menandai momentum bersejarah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Kemerekaan Indonesia.
Rangkaian acara di Monas dihadiri ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa sejak Senin (17/8/2026) pagi. Dari kawasan Monumen Nasional (Monas), kirab budaya bergerak menuju Istana Merdeka, membawa dua benda yang menjadi simbol penting perjalanan bangsa: duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi.

Keduanya diarak untuk digunakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi diawali dengan penyerahan duplikat bendera Merah Putih dan naskah asli teks Proklamasi dari Kaskogartap I/Jakarta Brigjen TNI Fitriana Nur Heru Wibawa kepada Perwira Paspampres. Dari sana, kedua benda bersejarah tersebut diserahkan kepada Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila di Ruang Kemerdekaan Monas.

Duplikat bendera Merah Putih kemudian dibawa Sultana Najwa, Purna Paskibraka 2025 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta. Sementara naskah teks Proklamasi dibawa Aliah Sakira, Purna Paskibraka 2025 perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.

Keduanya menempuh perjalanan menuju Istana Merdeka dengan menaiki Kereta Kencana Garuda Prabayaksa. Di sepanjang rute, suasana kirab semakin semarak oleh iring-iringan pasukan dengan berbagai formasi.

Sebanyak 45 pasukan motoris Polisi Militer mengawal perjalanan. Jumlah tersebut menjadi simbol tahun Proklamasi. Di belakangnya, 170 taruna dan taruni yang tergabung dalam Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian ikut mengiringi rombongan dengan penampilan mereka.

Pasukan berkuda juga menjadi bagian dari kirab. Sebanyak 81 pasukan berkuda melambangkan usia kemerdekaan Indonesia tahun ini. Sementara itu, 17 pasukan berkuda merepresentasikan tanggal Proklamasi, delapan kuda menarik kereta kencana, dan delapan pasukan berkuda lainnya menjadi simbol bulan Proklamasi.

Keragaman Indonesia turut ditampilkan melalui 76 pasukan berpakaian Nusantara. Mereka mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah, menghadirkan gambaran keberagaman budaya yang berpadu dalam satu perayaan kemerdekaan.

Dari Monas, rombongan kemudian bergerak menuju Istana Merdeka. Setibanya di lokasi, Tim Purna Paskibraka Duta Pancasila turun dari Kereta Kencana Garuda Prabayaksa.

Duplikat bendera Merah Putih dan naskah teks Proklamasi selanjutnya diserahkan untuk ditempatkan di meja mimbar kehormatan. Dari titik itu, kedua simbol kemerdekaan tersebut akan menjadi bagian dari prosesi Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

(dre/ros)