Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tiba di AS Usai Ditangkap
Redaksi
04 January 2026 17:12
Bloomberg, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) pada Sabtu (3/1) resmi mendakwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas peran kuncinya dalam konspirasi besar selama 25 tahun untuk menyelundupkan kokain ke AS. Operasi ini diduga dilakukan dengan bantuan kelompok teroris dan kartel narkoba regional.
Dakwaan tersebut dipublikasikan tak lama setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikeluarkan dari Venezuela menyusul serangkaian serangan udara yang menghantam ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa saat ini Maduro berada di kapal militer AS dan sedang dibawa menuju New York.
Baca Juga
Menurut sumber yang mengetahui hal ini, Maduro akan ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn—fasilitas yang sama yang pernah menahan gembong narkoba Joaquín “El Chapo” Guzmán. Maduro dijadwalkan akan menjalani persidangan perdananya pada hari Senin mendatang.
Dalam surat dakwaannya, DOJ menuduh Maduro dan rekan konspiratornya bermitra dengan kelompok-kelompok berbahaya seperti Kartel Sinaloa dan Tren de Aragua—keduanya telah ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris asing. Jika terbukti bersalah, Maduro terancam menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.
Maduro sendiri pertama kali didakwa oleh AS pada tahun 2020 dengan hadiah sayembara sebesar US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi untuk penangkapannya. Dakwaan terbaru ini memperbarui poin-poin tuduhan serta menambah daftar terdakwa baru, termasuk istri dan putra Maduro.
Hingga kini, Maduro terus membantah terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba.
(red)






















