Logo Bloomberg Technoz

Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tiba di AS Usai Ditangkap

Redaksi
04 January 2026 17:12

Helikopter yang diduga membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro mendarat di Westside Heliport, New York, AS, Sabtu (3/1/2026). (Adam Gray/Bloomberg)

Helikopter yang diduga membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro mendarat di Westside Heliport, New York, AS, Sabtu (3/1/2026). (Adam Gray/Bloomberg)

Operasi militer AS berhasil menangkap Nicolás Maduro, menggulingkan sang pemimpin dari kekuasaannya, dan membawanya ke AS. (Adam Gray/Bloomberg)

Operasi militer AS berhasil menangkap Nicolás Maduro, menggulingkan sang pemimpin dari kekuasaannya, dan membawanya ke AS. (Adam Gray/Bloomberg)

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di Westside Heliport di New York, AS dengan pengawalan ketat. (Adam Gray/Bloomberg)

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di Westside Heliport di New York, AS dengan pengawalan ketat. (Adam Gray/Bloomberg)

Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Konvoi kendaraan yang membawa Nicolas Maduro tiba di kantor Badan Penegakan Narkoba (DEA), New York, AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Konvoi kendaraan yang membawa Nicolas Maduro tiba di kantor Badan Penegakan Narkoba (DEA), New York, AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa Maduro atas peran selama 25 tahun. menyelundupkan kokain ke AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa Maduro atas peran selama 25 tahun. menyelundupkan kokain ke AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Helikopter yang diduga membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro mendarat di Westside Heliport, New York, AS, Sabtu (3/1/2026). (Adam Gray/Bloomberg)
Operasi militer AS berhasil menangkap Nicolás Maduro, menggulingkan sang pemimpin dari kekuasaannya, dan membawanya ke AS. (Adam Gray/Bloomberg)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di Westside Heliport di New York, AS dengan pengawalan ketat. (Adam Gray/Bloomberg)
Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba. (Christian Monterrosa/Bloomberg)
Konvoi kendaraan yang membawa Nicolas Maduro tiba di kantor Badan Penegakan Narkoba (DEA), New York, AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)
Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa Maduro atas peran selama 25 tahun. menyelundupkan kokain ke AS. (Christian Monterrosa/Bloomberg)

Bloomberg, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) pada Sabtu (3/1) resmi mendakwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas peran kuncinya dalam konspirasi besar selama 25 tahun untuk menyelundupkan kokain ke AS. Operasi ini diduga dilakukan dengan bantuan kelompok teroris dan kartel narkoba regional.

Dakwaan tersebut dipublikasikan tak lama setelah Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikeluarkan dari Venezuela menyusul serangkaian serangan udara yang menghantam ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa saat ini Maduro berada di kapal militer AS dan sedang dibawa menuju New York.

Menurut sumber yang mengetahui hal ini, Maduro akan ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn—fasilitas yang sama yang pernah menahan gembong narkoba Joaquín “El Chapo” Guzmán. Maduro dijadwalkan akan menjalani persidangan perdananya pada hari Senin mendatang.

Dalam surat dakwaannya, DOJ menuduh Maduro dan rekan konspiratornya bermitra dengan kelompok-kelompok berbahaya seperti Kartel Sinaloa dan Tren de Aragua—keduanya telah ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris asing. Jika terbukti bersalah, Maduro terancam menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Maduro sendiri pertama kali didakwa oleh AS pada tahun 2020 dengan hadiah sayembara sebesar US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi untuk penangkapannya. Dakwaan terbaru ini memperbarui poin-poin tuduhan serta menambah daftar terdakwa baru, termasuk istri dan putra Maduro.

Hingga kini, Maduro terus membantah terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba.

(red)