Logo Bloomberg Technoz

Diponegoro Hero Dipuji, Berpeluang Tayang di Istana Saat HUT RI


Penoton bersiap untuk menyaksikan film Diponegoro Hero yang tayang perdana di Cinepolis Senayan Park, Kamis (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Penoton bersiap untuk menyaksikan film Diponegoro Hero yang tayang perdana di Cinepolis Senayan Park, Kamis (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru dengan penayangan perdana film AI bertema pahlawan nasional. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru dengan penayangan perdana film AI bertema pahlawan nasional. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Film berjudul “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Film berjudul “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). (Bloomberg Technoz/Andrean)

Antusiasme masyarakat terlihat dari acara nobar di Cinepolis Senayan Park, Jakarta yang berhasil menjual habis 1.483 tiket (Bloomberg Technoz/Andrean)

Antusiasme masyarakat terlihat dari acara nobar di Cinepolis Senayan Park, Jakarta yang berhasil menjual habis 1.483 tiket (Bloomberg Technoz/Andrean)

Acara gala premiere ini dihadiri oleh 3 Wakil Menteri yang memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya film edukasi ini. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Acara gala premiere ini dihadiri oleh 3 Wakil Menteri yang memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya film edukasi ini. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Film ini juga dapat ditonton gratis melalui platform usky.ai agar masyarakat luas dapat mengakses. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Film ini juga dapat ditonton gratis melalui platform usky.ai agar masyarakat luas dapat mengakses. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Penoton bersiap untuk menyaksikan film Diponegoro Hero yang tayang perdana di Cinepolis Senayan Park, Kamis (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru dengan penayangan perdana film AI bertema pahlawan nasional. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Film berjudul “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). (Bloomberg Technoz/Andrean)
Antusiasme masyarakat terlihat dari acara nobar di Cinepolis Senayan Park, Jakarta yang berhasil menjual habis 1.483 tiket (Bloomberg Technoz/Andrean)
Acara gala premiere ini dihadiri oleh 3 Wakil Menteri yang memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya film edukasi ini. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Film ini juga dapat ditonton gratis melalui platform usky.ai agar masyarakat luas dapat mengakses. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru dengan penayangan perdana film AI bertema pahlawan nasional berjudul “Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa” di Cinepolis Senayan Park, Jakarta. 

Karya ini menjadi film AI bertema pahlawan nasional pertama di Indonesia yang sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), menghadirkan kembali kisah heroik Pangeran Diponegoro dengan visual detail dan narasi yang belum pernah ada sebelumnya.

Acara gala premiere ini dihadiri oleh 3 Wakil Menteri yang memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya film edukasi ini. 

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa penggabungan teknologi mutakhir dengan warisan sejarah bangsa mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Film AI ini bukan hanya karya seni, tetapi juga jembatan antara generasi muda dan sejarah bangsa. Momen 200 tahun Perang Jawa adalah saat yang tepat untuk mengenang dan memaknai kembali perjuangan tersebut.

Film berdurasi 30 menit ini merekonstruksi perjuangan gigih Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830) melawan kolonial Belanda. Teknologi AI dimanfaatkan untuk membangun kembali suasana kota, medan perang, hingga karakter tokoh dengan tingkat detail tinggi, memadukan riset sejarah mendalam dan kekuatan sinema modern.

King Bagus selaku produser menyatakan bahwa pihaknya tidak dalam kapasitas menanggapi polemik seputar film animasi lain yang sedang ramai diperbincangkan.

"Itu bukan kapasitas saya untuk menanggapi film animasi yang ramai dibicarakan belakangan ini, yang pasti film kami hanya menghabiskan kurang lebih 200 juta rupiah yang kami gunakan untuk biaya produksi selama satu bulan, kalau film konvensional mungkin bisa menghabiskan waktu dan uang yang jauh lebih besar, alhamdulillah hasilnya bisa memanjakan mata penonton," ujar King Bagus selaku Produser Film AI Diponegoro Hero. 

Film ini sukses menarik penonton pada acara nonton bareng (nobar) yang digelar. Antusiasme publik luar biasa—1.483 tiket bahkan sudah ludes sehari sebelum pemutaran.

Isybel Harto selaku CTO Usky juga menyampaikan bagi yang belum sempat menonton di acara nobar hari ini, film ini dapat diakses gratis melalui platform usky.ai, sehingga siapa pun dapat menikmati dan mempelajari kisah heroik Pangeran Diponegoro di mana saja.

Meski belum sempurna, banyak penonton menilai karya ini layak diputar di Istana pada 17 Agustus, bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. CEO Mars Media, Koni, menyatakan pihaknya berencana memperpanjang durasi film menjadi 1 jam dan memproduksi lebih banyak film edukasi AI bertema pahlawan nasional di masa depan.

“Perkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Kita harus memanfaatkannya untuk tujuan positif, termasuk membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menjadi creator film,” tegas Koni.

(tim)