“Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain aja kalau ada yang bisa turun 18% ya mungkin kita pengen turun ke 18%. Namun bukan kita yang menentukan hal tersebut, itu bagian dari kita upaya untuk bernegosiasi kan terus kita lakukan,” ujar dia.
Di sisi lain, Prasetyo memastikan pemerintah belum memberikan tawaran baru kepada Gedung Putih agar tarif perdagangan tersebut bisa turun dari level 19%. Lagipula, kata Prasetyo, selama ini pemerintah sudah memberikan berbagai tawaran kepada AS sebagai bagian dari negosiasi tarif.
“Kalaupun kita ingin ada penurunan lagi ya kita serahkan kepada dua pemimpin ini barangkali nanti dalam proses komunikasinya tidak menutup kemungkinan karena hubungan baik kedua pemimpin ini mungkin ada perubahan kebijakan kita tidak tahu,” pungkas dia.
(wep)





























