Logo Bloomberg Technoz

Saham Bank Mandiri (BMRI) berhasil menguat 3,94% ke level Rp5.275/saham usai sebanyak 212 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BMRI hari ini mencapai Rp1,1 triliun.

Yang juga sama potensialnya, saham BREN mencatatkan kenaikan 2,81% ke posisi Rp8.225/saham. Nilai transaksi jual–beli saham BREN mencapai 12 juta saham dengan nilai Rp103 miliar.

10 saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg, Rabu.

  1. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 15,58 poin
  2. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 8,35 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 7,88 poin
  4. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,13 poin
  5. Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 6,82 poin
  6. Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) menyumbang 4,6 poin
  7. Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 4,34 poin
  8. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 4,22 poin
  9. Merdeka Battery Materials (MBMA) menyumbang 3,95 poin
  10. RMK Energy (RMKE) menyumbang 3,55 poin

Phintraco Sekuritas memaparkan, ekspektasi akan kondisi ekonomi yang masih solid, antisipasi kinerja emiten dan pembagian dividen menjadi beberapa faktor yang mendukung optimisme pasar sepanjang perdagangan hari ini.

Selanjutnya, “Investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Kamis (19/2/2026), yang diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate pada level 4,75%, Deposit Facility Rate tetap pada 3,75% dan Lending Facility Rate tetap di level 5,5%. Selain itu, juga akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026 yang diperkirakan cenderung stabil di level 9,6%,” analisis Phintraco.

Secara teknikal, terjadi pembentukan golden cross pada indikator MACD IHSG dan didukung oleh kenaikan volume beli. Stochastic RSI masih bergerak di area pivot

“IHSG juga ditutup di atas level MA–5. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350 – 8.400,” papar Phintraco.

Senada dengan itu, menyitir Panin Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance MA–20 dan MA–50 di range 8.361 – 8.481, pada perdagangan esok hari, Kamis 19 Februari 2026.

Di sisi lain, jika IHSG melemah di bawah MA–5, maka harapannya IHSG mampu bertahan di atas angka psikologis 8.000.

(fad/red)

No more pages