Sementara itu, laporan Gulf News menyebutkan umat Muslim di Inggris, Jerman, dan kawasan Skandinavia juga merasakan puasa lebih panjang dibandingkan wilayah Timur Tengah, meskipun tidak seekstrem kawasan paling utara.
Daftar Durasi Puasa Sejumlah Kota Dunia
Berdasarkan data IslamicFinder per 15 Februari 2025, berikut gambaran durasi puasa Ramadhan 2026 di sejumlah kota dunia:
Christchurch, Selandia Baru sekitar 15 jam 22 menit
Puerto Montt, Chile sekitar 15 jam 13 menit
Canberra, Australia sekitar 14 jam 48 menit
Montevideo, Uruguay sekitar 14 jam 42 menit
Buenos Aires, Argentina sekitar 14 jam 42 menit
Johannesburg, Afrika Selatan sekitar 14 jam 13 menit
Brasilia, Brasil sekitar 13 jam 47 menit
Jakarta, Indonesia sekitar 13 jam 28 menit
Kuala Lumpur, Malaysia sekitar 13 jam 11 menit
Riyadh, Arab Saudi sekitar 12 jam 44 menit
Kairo, Mesir sekitar 12 jam 39 menit
London, Inggris sekitar 12 jam 01 menit
Oslo, Norwegia sekitar 11 jam 51 menit
Reykjavik, Islandia sekitar 11 jam 42 menit
Paris, Perancis sekitar 11 jam 33 menit
Data tersebut menunjukkan adanya variasi yang cukup signifikan antar wilayah. Kota kota di lintang tinggi cenderung mengalami perbedaan durasi yang lebih ekstrem.
Negara dengan Puasa Tercepat 2026
Sebaliknya, negara negara yang berada lebih dekat dengan garis khatulistiwa atau di belahan Bumi selatan umumnya menjalani puasa dengan durasi lebih singkat.
Masih merujuk sumber yang sama, Argentina, Uruguay, Afrika Selatan, Chili, dan Selandia Baru termasuk wilayah dengan waktu puasa relatif cepat pada 2026. Rata rata umat Muslim di sana berpuasa sekitar 11 hingga 13 jam per hari.
Wilayah khatulistiwa seperti Indonesia dan Malaysia memiliki durasi yang lebih stabil sepanjang tahun, berkisar 12 hingga 14 jam per hari. Stabilitas ini disebabkan oleh panjang siang dan malam yang relatif seimbang sepanjang tahun.
Mengapa Durasi Puasa Berbeda
Perbedaan waktu puasa terutama dipengaruhi posisi geografis suatu negara terhadap garis khatulistiwa. Negara yang berada dekat khatulistiwa mengalami panjang siang yang konsisten sepanjang tahun.
Sebaliknya, wilayah yang lebih jauh ke utara atau selatan mengalami variasi musiman yang signifikan. Ketika Ramadhan jatuh sebelum ekuinoks musim semi, sebagian negara di Timur Tengah dan Afrika Utara masih berada pada periode hari yang relatif lebih pendek.
Di Kairo, Mesir, misalnya, durasi puasa diperkirakan dimulai sekitar 12 jam 40 menit dan meningkat mendekati 13 jam pada akhir Ramadhan. Peningkatan ini terjadi seiring bertambahnya panjang siang menjelang Maret.
Pola serupa juga diproyeksikan terjadi di negara negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Rata rata durasi puasa berada pada kisaran 12 hingga 13 jam dengan variasi tipis antar kota.
Di wilayah Levant dan Irak, tren waktu puasa relatif sama. Sementara di Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia, variasi kecil dapat terjadi akibat perbedaan garis bujur dan waktu terbenam Matahari.
Perbedaan durasi menjadi lebih terasa di wilayah utara seperti New York dan kota kota Eropa. Di New York, durasi puasa diperkirakan meningkat dari sekitar 12 setengah jam menjadi mendekati 13 jam menjelang akhir Ramadhan.
Fenomena ini menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadhan tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga menghadirkan dinamika berbeda bagi Muslim di setiap belahan dunia. Letak geografis dan pergerakan Matahari menjadi faktor utama yang membentuk variasi tersebut.
(seo)































