Jenis KK yang dimiliki oleh Citra Palu Minerals merupakan KK operasi produksi golongan mineral logam serta fokus pada komoditas emas, dengan luas konsesi sebesar 85.180 hektare (ha).
Lima Blok
Terdapat lima blok yang dimiliki perseroan, antara lain; Blok I Poboya seluas 27,214 ha, Blok II Winehi seluas 23,694 ha, Blok IV Anggasan seluas 11,770 ha, Blok V Moutong seluas 12,118 ha, dan Blok Roto seluas 10,384 ha.
Total sumber daya mineral dari blok yang telah berproduksi, yakni Blok 1 Poboya tercatat sebesar 40,2 juta ton dengan kadar rata-rata emas 3,5 g/t dan perak 8,0g/t yang setara dengan 4,53 juta ons emas dan 10,28 juta ons perak.
Sumber daya tersebut berasal dari dua area tambang di Poboya, yakni River Reef dan Hill Reef.
Area tambang River Reef memiliki sumber daya 26,4 juta ton, mencakup tambang terbuka atau open pit dan tambang bawah tanah atau underground. Total kandungan emas dari sumber daya tersebut diprediksi mencapai 4,21 juta ons dan perak 9,4 juta ons.
Sementara itu, area tambang Hill Reef menyumbang 13,8 juta ton sumber daya, dengan kandungan emas sekitar 329.000 ons dan perak 861.000 ons, yang berasal dari zona vein, open pit, dan stockwork.
Dari sisi cadangan mineral, Blok Poboya tercatat memiliki total cadangan sebesar 34,1 juta ton dengan kadar rata-rata emas 3,2 g/t dan perak 7,8 g/t, setara dengan 3,54 juta ons emas dan 8,6 juta ons perak.
Cadangan ini bersumber dari tambang open pit sebesar 15,3 juta ton dan tambang underground sebesar 18,8 juta ton.
Penjualan dan Produksi
Lebih lanjut, hingga 30 September 2025 volume penjualan emas Citra Palu Minerals tercatat sebesar 56.552 ons, naik jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama 2024 sebesar 45.366 ons.
Sementara itu, penjualan perak pada periode yang sama, naik menjadi 160.367 ons dari 82.108 ons pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kadar emas olahan meningkat per September 2025 menjadi 1,5 g/t dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,4 g/t. Adapun, kadar perak olahan naik dari 4,1 g/t menjadi 5,3 g/t.
Harga jual emas rata-rata naik tercatat naik menjadi US$3.156 per ons untuk periode periode sembilan bulan 2025 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di harga US$2.347 per ons.
Sementara itu, harga jual perak pada periode tersebut meningkat menjadi US$31,65 per ons jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama 2024 sebesar US$24,35 per ons.
Peningkatan produksi tersebut diiringi dengan kenaikan stripping ratio dari 3,8 kali menjadi 7,0 kali.
Kemudian, volume bijih yang ditambang mencapai 6,93 juta ton pada sembilan bulan pertama 2025, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 7,12 juta ton.
Di sisi lain, produksi waste tercatat 987.000 ton pada periode Januari—September 2025 turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,85 juta ton.
Selain itu, Citra Palu Minerals menargetkan memulai operasi tambang emas bawah tanah pada semester-II 2027.
Di sisi lain, pabrik emas pertama berteknologi carbon in leach (CIL) milik PT CPM memiliki kapasitas produksi sebesar 500 ton per hari. Pabrik tersebut terletak di blok Poboya-I dan telah beroperasi sejak kuartal I-2020.
Pembangunan pabrik emas berteknologi CIL kedua perseroan selesai pada kuartal IV-2022 dengan kapasitas produksi 4.000 ton per hari.
Kemudian, perseroan menargetkan pembangunan pabrik emas ketiga di Gorontalo rampung pada Oktober 2026. Pabrik pengolahan emas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan 2.000 ton per hari.
(azr/wdh)






























