Logo Bloomberg Technoz

Banyak pihak di Hollywood masih bersikap waspada terhadap kecerdasan buatan. Para kritikus menunjuk pada debut aktris hasil AI, Tilly Norwood, tahun lalu — yang dikecam oleh serikat aktor SAG-AFTRA karena dianggap menggantikan pemain manusia dengan “sintetis” — sebagai contoh utama kegelisahan industri.

Sekolah Keterampilan AI Menarik 10.000 Siswa

Eng adalah satu dari 10.000 siswa yang telah mengikuti kursus atau lokakarya Curious Refuge untuk memperbarui keterampilan mereka, menurut pihak sekolah. Para pendirinya, Caleb dan Shelby Ward, mengatakan 95% siswa saat ini merupakan profesional industri hiburan atau periklanan yang ingin memperoleh keterampilan baru seiring kecerdasan buatan semakin mengakar di Hollywood.

Yang lain, seperti Petra Molnar, adalah penghobi yang berhasil memanfaatkan AI untuk menemukan karier baru.

Molnar mengatakan ia melihat dirinya sebagai pribadi kreatif, tetapi tidak berhasil masuk sekolah seni di kota asalnya, Budapest. Ia bekerja sebagai dental hygienist di London ketika pandemi COVID-19 menutup klinik tempatnya bekerja. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mengeksplorasi sisi kreatifnya, mendaftar kelas — awalnya mempelajari desain produk digital dan membangun aplikasi giginya sendiri.

Meningkatnya popularitas chatbot berbasis AI seperti ChatGPT dan generator gambar seperti Midjourney membawanya ke Curious Refuge, tempat ia mulai mengikuti kursus pada 2023.

Kini ia menemukan karier baru di bidang periklanan, menggunakan AI untuk membuat video promosi, termasuk satu untuk perusahaan infrastruktur AI WhiteFiber yang ditayangkan di layar video LED setinggi tujuh lantai milik Nasdaq di Times Square saat perusahaan tersebut melantai di bursa pada September.

(spt)

No more pages