"Jepang dan AS akan terus bekerja sama secara erat untuk memastikan peluncuran proyek-proyek tersebut berjalan cepat dan lancar," tulisnya dalam unggahan di media sosial.
Proyek-proyek, yang diumumkan menjelang kunjungan Takaichi ke AS pada Maret, tersebut meliputi fasilitas gas alam yang diperkirakan menghasilkan 9,2 gigawatt listrik, fasilitas ekspor minyak mentah lepas pantai, dan fasilitas manufaktur berlian industri sintetis.
Kemenangan bersejarah Takaichi dalam Pemilu majelis rendah memberinya mandat untuk mendorong sejumlah janji kampanye dan kebijakan ambisius, termasuk meningkatkan investasi di bidang seperti industri kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, serta memperkuat kemampuan pertahanan. PM juga berjanji akan mempercepat pembicaraan tentang penangguhan pajak penjualan atas pembelian makanan selama dua tahun.
Dana Moneter Internasional (IMF), dalam pernyataan penutup yang dirilis Rabu setelah konsultasi Pasal IV, memperingatkan Jepang agar tidak memotong pajak penjualan saat biaya pinjaman utang publik diperkirakan akan berlipat ganda.
Untuk saat ini, janji-janji Takaichi kemungkinan akan ditunda karena ia akan menangani masalah yang lebih mendesak, yaitu pengesahan anggaran untuk tahun fiskal 2026 yang dimulai pada 1 April.
"Mari kita upayakan untuk mengesahkan RUU tersebut secepat mungkin," kata Takaichi kepada anggota parlemen LDP yang berkuasa menjelang sidang parlemen, merujuk pada RUU anggaran dan reformasi pajak.
Pembubaran parlemen menjelang Pemilu sela meredupkan prospek pengesahan anggaran 2026 sesuai batas waktu Maret yang biasa, mengingat pembahasan anggaran biasanya memakan waktu lebih dari dua bulan.
Namun, menurut media lokal, Takaichi mengatakan kepada anggota LDP bahwa ia belum menyerah untuk mengesahkan anggaran hingga akhir Maret.
Jika anggaran utama tidak disahkan pada Maret, Takaichi kemungkinan harus mengesahkan anggaran sementara untuk menutupi kebutuhan keuangan sementara waktu. Anggaran sementara mencakup biaya dasar untuk operasional pemerintah, sehingga shutdown seperti AS sangat tidak mungkin terjadi.
Namun, hal ini akan menimbulkan ketidakpastian karena pemerintah beroperasi dengan rencana pengeluaran yang sangat terbatas.
Anggaran 2026 akan mencapai sekitar ¥122,3 triliun, menandai anggaran awal terbesar dalam sejarah. Angka ini meningkat sekitar 6,3% dari ¥115,2 triliun yang dialokasikan awalnya untuk tahun fiskal saat ini.
Untuk membiayai pengeluaran tersebut, kata Takaichi, pemerintah berencana mengumpulkan sekitar ¥29,6 triliun melalui penerbitan obligasi pemerintah baru. Ketergantungan anggaran pada penerbitan utang diperkirakan akan turun menjadi 24,2% dari total pengeluaran, turun dari 24,9% untuk tahun ini.
Takaichi telah memperkuat kekuasaannya secara politik dengan mandat yang kuat melalui Pemilu majelis rendah.
Dalam jajak pendapat yang dilakukan setelah pemilihan, elektabilitas Takaichi tetap tinggi di atas 65% dalam survei yang dilakukan oleh stasiun televisi publik NHK, serta surat kabar Nikkei dan Sankei. Popularitasnya mencapai 72% dalam survei terpisah yang dilakukan oleh stasiun televisi FNN.
(bbn)






























