Selain itu, kata Dadan, kebutuhan operasional mobil terhadap layanan SPPG juga turut mendongkrak penjualan kendaraan salah satu merek kendaraan roda empat.
Sebelumnya, lanjut dia, kendaraan tersebut terbilang tidak cukup laku di pasaran. Dengan adanya program MBG, kendaraan itu akan dibeli BGN untuk operasional dengan kebutuhan sekitar 45.000 mobil dari sebanyak 23.000 SPPG.
"Ini juga berdampak terhadap salah satu merek mobil yang sedang beredar di masyarakat dan cukup populer, yang selama ini mungkin tidak laku," tutur dia,
Berdasarkan, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, penjualan kendaraan roda dua sepanjang 2025 tercatat sebanyak 6,41 juta unit. Hasil tersebut naik 1,25% apabila dibandingkan dengan tahun lalu yakni sebesar 6,33 juta unit.
Kenaikan penjualan ini juga didukung oleh penjualan motor pada Desember 2025 yang tercatat mencapai 461.000 atau naik sebesar 14% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sejumlah 403.000 unit.
Artinya, penjualan motor sepanjang 2025 mencapai target yang dipatok oleh asosiasi, dengan catatan penjualan minimal 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales mencapai 803.687 unit atau naik 2,3% dari 2024. Selain wholesales, penjualan mobil secara ritel sepanjang 2025 juga tembus 833.692 unit atau meningkat 3,2%.
(ibn/wdh)




























