Logo Bloomberg Technoz

"Hal yang penting adalah saya memastikan kita betul-betul bertumbuh karena 6% tahun ini misalnya tahun depan lebih cepat lagi, tahun depan lebih cepat lagi dan saya perbaiki kira-kira investasi dan saya pastikan para pelaku bisnis bisa melakukan bisnis ini dengan lebih mudah. Itu ya growth-nya akan cepat," tekannya. 

Dengan demikian, ia kembali menegaskan pengendalian nilai tukar melalui intervensi merupakan ranah Bank Indonesia. Sementara pemerintah akan tetap berfokus pada penguatan ekonomi riil agar pertumbuhan berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

"Jadi insert akan mengendalikan nilai tukar dengan intervensi yang bukan bidang saya. Saya kendalikan saja pertumbuhan ekonomi secara konsisten dan kuat ke depannya," pungkasnya. 

Sebagai catatan saja, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada awal perdagangan spot hari ini. 

Pada perdagangan spot hari ini (12/2/2026), rupiah menguat tipis 0,04% ke level Rp16.777/US$ melanjutkan penguatannya dari penutupan kemarin Rabu (11/2/2026) di level Rp16.783/US$. 

Namun, tak berselang lama, rupiah kembali terpeleset 0,10% ke posisi Rp16.800/US$. Lalu, pada 09/10 WIB rupiah kembali susut 0,21% ke level Rp16.818/US$. 

(lav)

No more pages