Logo Bloomberg Technoz

Mitos pertama, kata Mohit, adalah anggapan bahwa Indonesia semata-mata merupakan pasar komoditas. Ia menilai pandangan itu kurang tepat karena struktur ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang oleh sumber daya alam.

Mitos kedua berkaitan dengan kinerja indeks saham. Mohit mengakui bahwa indeks mencatat kenaikan sekitar 22% pada tahun lalu, namun pergerakan tersebut didorong oleh kelompok saham yang relatif terbatas. Ia juga menyoroti isu free float dan likuiditas yang membuat sebagian portofolio global sulit berpartisipasi.

Mitos ketiga adalah anggapan bahwa pasar Indonesia tidak memiliki dukungan investor domestik yang kuat. Mohit menyampaikan bahwa jumlah investor domestik kini telah melampaui 21 juta, meningkat dari sekitar 3 juta pada 2019. Angka itu setara dengan sekitar 7–8% dari total populasi Indonesia.

Adapun mitos keempat adalah persepsi bahwa investor asing telah meninggalkan pasar Indonesia. Mohit menegaskan bahwa arus dana asing bersifat dinamis dan dipengaruhi sentimen serta aturan portofolio global. Ia menyatakan pergerakan keluar-masuk investor asing tidak serta-merta mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi.

(ain)

No more pages